Kamis, 4 Juni 2026

Pesona Desa Wisata Karang Tengah di Imogiri Bantul, Dari Batik Tulis, Kebun Mete hingga Kuliner Khas Jogja

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi desa wisata di Yogyakarta. (Pexels/Mike Panton)
Ilustrasi desa wisata di Yogyakarta. (Pexels/Mike Panton)

SketsaNusantara.id - Yogyakarta dikenal sebagai daerah dengan desa wisata yang berkembang pesat. Beragam potensi alam, budaya, dan kerajinan lokal menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan.

Setiap desa menghadirkan karakter khas yang membedakannya dengan destinasi lain. Salah satu yang menonjol adalah Desa Wisata Karang Tengah di Imogiri, Kabupaten Bantul.

Wilayah ini sejak lama dikenal sebagai sentra pengrajin batik. Aktivitas membatik menjadi daya tarik utama yang selalu dicari pengunjung.

Baca Juga: Desa Wisata Panjangrejo Bantul, Jejak Awal Gerabah Yogyakarta dari Pundong dengan Inovasi Cover Artistik dan Spot Selfie Ikonik

Wisatawan yang datang biasanya ingin melihat langsung proses pembuatan batik tulis. Mereka juga berkesempatan membeli produk asli dari para perajin setempat.

Selain batik, desa ini menawarkan berbagai kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Kerangka keris dan bubut kayu menjadi produk yang banyak diminati.

Beragam kuliner khas Jogja juga tersedia sebagai pilihan oleh-oleh. Rempeyek, jamu instan, dan bakpia mudah ditemukan di kawasan ini.

Baca Juga: Daya Tarik Desa Wisata Sermo Kulon Progo, Waduk Legendaris Yogyakarta dengan Panorama Alam dan Aktivitas Wisata Lengkap

Kacang mete menjadi produk unggulan yang paling khas dari Karang Tengah. Komoditas ini dihasilkan dari kebun jambu mete yang sangat luas.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, di desa ini tumbuh sekitar 60 ribu pohon jambu mete. Tanaman tersebut tersebar di lahan seluas 60 hektar.

Pohon jambu mete tidak hanya dimanfaatkan bijinya. Sebagian juga digunakan sebagai media pembudidayaan ulat sutera.

Sekitar 10.000 pohon dipersiapkan khusus untuk mendukung budidaya tersebut. Aktivitas ini menambah nilai edukasi bagi wisatawan.

Selain kebun mete, desa ini juga mengembangkan beragam jenis tanaman lain. Tanaman tersebut mendukung aktivitas kerajinan dan pertanian lokal.

Kesumba, mahoni, secang, serta tanaman indighovera dibudidayakan secara terencana. Jenis tanaman ini menjadi bahan pewarna alami batik tulis.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X