Minggu, 19 Juli 2026

Daya Tarik Desa Wisata Sermo Kulon Progo, Waduk Legendaris Yogyakarta dengan Panorama Alam dan Aktivitas Wisata Lengkap

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Februari 2026 | 20:00 WIB
Pesona wisata Sermo di Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)
Pesona wisata Sermo di Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Desa Wisata Sermo menjadi salah satu tujuan favorit di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. Lokasinya berada sekitar 35 menit perjalanan dari pusat Kota Wates.

Desa ini dikenal luas karena keberadaan Waduk Sermo. Waduk tersebut menjadi satu-satunya waduk yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keberadaan Waduk Sermo tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan. Area ini juga berkembang menjadi destinasi wisata alam yang diminati banyak pengunjung.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Sidoharjo Kulon Progo: Trekking Air Terjun, Susur Goa Lawa, dan Seni Budaya di Alam Perbukitan Menoreh

Bentang alam perbukitan, udara sejuk, serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama kawasan ini. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk yang dikelilingi hutan hijau dan perbukitan.

Beragam aktivitas dapat dilakukan di area Waduk Sermo. Salah satunya adalah berkeliling waduk menggunakan perahu yang disediakan pengelola.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyusuri jalan setapak yang mengelilingi waduk. Jalur ini dapat dilalui dengan berjalan kaki maupun bersepeda.

Baca Juga: Daya Tarik Desa Wisata Wukirsari Bantul: Dari Batik Tulis Legendaris hingga Panorama Alam yang Menenangkan Jiwa

Jalur setapak tersebut menawarkan pemandangan alam yang asri. Wisatawan dapat menikmati hamparan air waduk, pepohonan rindang, serta lanskap perbukitan Menoreh.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, kawasan Waduk Sermo juga dimanfaatkan untuk kegiatan berkemah selama musim kemarau. Area terbuka di sekitar waduk sering digunakan untuk outbound dan kegiatan kelompok.

Suasana yang jauh dari kebisingan perkotaan membuat kawasan ini cocok sebagai tempat beristirahat. Udara yang bersih dan sejuk menjadi nilai tambah bagi para pengunjung.

Bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama, tersedia sejumlah homestay di sekitar waduk. Penginapan ini dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

Melalui homestay, wisatawan diajak berinteraksi langsung dengan warga desa. Aktivitas ini memberikan pengalaman wisata berbasis kehidupan pedesaan.

Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan harian masyarakat. Salah satunya adalah belajar membuat gula jawa dari nira kelapa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X