Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Ardawalika, Naga Berbisa yang Membenci Arjuna dan Gugur Setelah Tawaran Membantu Adipati Karna Ditolak

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Februari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Ardawalika, naga berbisa yang membenci Arjuna. (Pexels/Magda Ehlers)
Ilustrasi Ardawalika, naga berbisa yang membenci Arjuna. (Pexels/Magda Ehlers)

SketsaNusantara.id - Tokoh dalam kisah Bharatayuda tidak hanya berasal dari kalangan kesatria.

Makhluk gaib juga tercatat terlibat langsung dalam pertempuran besar itu. Salah satunya adalah Ardawalika, naga yang dikenal memiliki racun mematikan.

Ardawalika, atau kadang disebut Hardawalika, muncul pada saat genting perang Bharatayuda.

Baca Juga: 7 Bidadari dari Kahyangan yang Gagal Menggoda Arjuna dan Malah Kesengsem, Ada yang Akhirnya Jadi Raja Wanita

Dikutip SketsaNusantara.id dari Ensiklopedi Wayang Indonesia, ia menyatakan kesediaan menghamba dan membantu Adipati Karna. Tawaran itu disampaikan ketika senapati Astina menghadapi Arjuna di medan laga.

Namun, bantuan tersebut tidak diterima oleh Adipati Karna. Putra Batara Surya itu memilih bertarung sendiri tanpa sokongan makhluk lain. Karna ingin menghadapi Arjuna secara langsung sesuai kehendaknya di medan perang.

Penolakan tersebut tidak menghentikan Ardawalika untuk bertindak. Naga itu kemudian bergerak menyerang Arjuna secara langsung.

Baca Juga: Arjuna Zayan Sugiono, Anak Sulung Titi Kamal Mampu Bawa Timnya Juara di Jakarta School Competition, Netizen: Calon Timnas

Serangan tersebut dilakukan tanpa perantara dan tanpa koordinasi dengan pihak Astina.

Arjuna menghadapi serangan itu dengan kesiapsiagaan penuh. Kesatria Pandawa tersebut dikenal memiliki kewaspadaan tinggi dalam pertempuran.

Saat Ardawalika mendekat, Arjuna segera mengambil tindakan.

Anak panah dilepaskan ke arah naga ganas tersebut. Serangan itu mengenai sasaran secara tepat. Ardawalika tewas seketika setelah terkena panah Arjuna di medan Bharatayuda.

Kematian Ardawalika berkaitan dengan dendam lama terhadap Arjuna. Kebencian itu tidak muncul tanpa sebab. Arjuna sebelumnya telah membunuh kedua orang tua Ardawalika, Jatagimbal dan Jatagini.

Selain itu, Arjuna juga membunuh Kalasrenggi, kakak Ardawalika. Rentetan peristiwa tersebut menjadi dasar kebencian naga itu terhadap kesatria Pandawa. Bharatayuda menjadi momen pelampiasan dendam tersebut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Ensiklopedi Wayang Indonesia, Sena Wangi, 2019

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X