SketsaNusantara.id - Tokoh dalam kisah Bharatayuda tidak hanya berasal dari kalangan kesatria.
Makhluk gaib juga tercatat terlibat langsung dalam pertempuran besar itu. Salah satunya adalah Ardawalika, naga yang dikenal memiliki racun mematikan.
Ardawalika, atau kadang disebut Hardawalika, muncul pada saat genting perang Bharatayuda.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Ensiklopedi Wayang Indonesia, ia menyatakan kesediaan menghamba dan membantu Adipati Karna. Tawaran itu disampaikan ketika senapati Astina menghadapi Arjuna di medan laga.
Namun, bantuan tersebut tidak diterima oleh Adipati Karna. Putra Batara Surya itu memilih bertarung sendiri tanpa sokongan makhluk lain. Karna ingin menghadapi Arjuna secara langsung sesuai kehendaknya di medan perang.
Penolakan tersebut tidak menghentikan Ardawalika untuk bertindak. Naga itu kemudian bergerak menyerang Arjuna secara langsung.
Serangan tersebut dilakukan tanpa perantara dan tanpa koordinasi dengan pihak Astina.
Arjuna menghadapi serangan itu dengan kesiapsiagaan penuh. Kesatria Pandawa tersebut dikenal memiliki kewaspadaan tinggi dalam pertempuran.
Saat Ardawalika mendekat, Arjuna segera mengambil tindakan.
Anak panah dilepaskan ke arah naga ganas tersebut. Serangan itu mengenai sasaran secara tepat. Ardawalika tewas seketika setelah terkena panah Arjuna di medan Bharatayuda.
Kematian Ardawalika berkaitan dengan dendam lama terhadap Arjuna. Kebencian itu tidak muncul tanpa sebab. Arjuna sebelumnya telah membunuh kedua orang tua Ardawalika, Jatagimbal dan Jatagini.
Selain itu, Arjuna juga membunuh Kalasrenggi, kakak Ardawalika. Rentetan peristiwa tersebut menjadi dasar kebencian naga itu terhadap kesatria Pandawa. Bharatayuda menjadi momen pelampiasan dendam tersebut.
Artikel Terkait
Kenapa Mata Wayang Kulit seperti Arjuna Bentuknya Sipit? Ada Ajaran Islam yang Sangat Kuat terkait Hawa Nafsu
Sering Diledek Tukang Kawin oleh Kresna, Inilah 3 Sifat Arjuna yang Membuatnya Melakukan Poligami dengan 16 Istri
Kitab Arjuna Wiwaha, Kitab Peninggalan Kerajaan Kediri tentang Pertapaan Arjuna di Gunung Semeru
Kisah Tragis Buto Cakil, Karakter Wayang Kulit Asli Jawa yang Selalu Mati Konyol, Ternyata Anak Hasil Perbuatan Bejat Arjuna