Keterampilan mengolah tanah liat kemudian berkembang secara turun-temurun. Produk yang dihasilkan semakin beragam dan bernilai ekonomi. Kasongan pun dikenal sebagai sentra gerabah di wilayah Yogyakarta.
Selain berbelanja, wisatawan dapat mengunjungi workshop perajin. Di lokasi tersebut, pengunjung bisa melihat proses pembuatan gerabah. Proses dimulai dari pengolahan tanah liat hingga tahap akhir pembakaran.
Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pengalaman melihat langsung proses produksi memberikan nilai edukatif. Hal ini memperkuat posisi Kasongan sebagai desa wisata.
Desa Wisata Kasongan terletak di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo. Kawasan ini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Hingga kini, Kasongan tetap menjadi bagian penting kerajinan Bantul.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tak Sekadar Pemandangan Merapi, Desa Wisata Tunggul Arum Tawarkan Ritual Budaya, Kuliner Lokal, dan Spot Transit Lava Tour
Daya Tarik Desa Wisata Gabugan Sleman Yogyakarta, Konsep Pedesaan Alami dengan Agrowisata Salak Gading dan Aktivitas Edukatif
Daya Tarik Desa Wisata Trumpon Sleman Yogyakarta: Kebun Salak Pondoh dengan Pemandangan Merapi hingga Menoreh
Hanya 5 KM dari Monjali, Desa Wisata Tanjung Sleman Menyimpan Joglo 200 Tahun dan Pengalaman Hidup yang Masih Utuh
Desa Wisata Pulesari Sleman: Konsep Go Green, Sungai Jernih, dan Agrowisata Salak yang Ramai sejak 2012