Kamis, 4 Juni 2026

Desa Wisata Banjaroya Kulon Progo di Lereng Menoreh, Alternatif Wisata Alam dan Budaya Dekat Yogyakarta

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 21 Januari 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi desa wisata di Yogyakarta. (Pexels/Tom Fisk)
Ilustrasi desa wisata di Yogyakarta. (Pexels/Tom Fisk)

SketsaNusantara.id - Desa wisata Banjaroya menjadi salah satu destinasi yang berkembang di kawasan Perbukitan Menoreh.

Desa ini berada di wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Lingkungannya didominasi perbukitan dengan lanskap alam terbuka.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, kawasan Perbukitan Menoreh dikenal memiliki sejumlah objek wisata alam.

Baca Juga: Ingin Liburan Murah Bernuansa Alam? Desa Wisata Sambi Sleman Hadirkan Sawah, Sungai, Budaya Lokal, dan Aktivitas Keluarga

Waduk Sermo, Kalibiru, dan Puncak Suroloyo menjadi titik kunjungan utama. Kehadiran Desa Banjaroya melengkapi daya tarik wisata kawasan tersebut.

Desa Banjaroya atau Dewa Bara menawarkan pengalaman wisata berbasis desa. Wisatawan dapat tinggal lebih lama dan berinteraksi langsung dengan warga. Pola wisata ini memungkinkan pengunjung merasakan kehidupan pedesaan secara langsung.

Beragam aktivitas dapat diikuti selama berada di desa. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan harian warga. Aktivitas bertani dan berkebun menjadi pengalaman yang sering diminati.

Baca Juga: Hanya 5 KM dari Monjali, Desa Wisata Tanjung Sleman Menyimpan Joglo 200 Tahun dan Pengalaman Hidup yang Masih Utuh

Selain itu, wisatawan dapat menyaksikan acara adat dan pertunjukan seni lokal. Kuliner khas desa juga tersedia bagi pengunjung. Jalur tracking dan hiking disiapkan untuk menjelajahi wilayah desa.

Di sekitar desa terdapat sejumlah destinasi pendukung. Beberapa di antaranya Embung Banjaroya dan Bendung Ancol. Lokasi religi seperti Goa Maria Sendangsono juga dapat dikunjungi.

Wilayah Kalibawang dikenal sebagai sentra durian Menoreh. Desa Banjaroya menjadi salah satu pusat penghasil durian. Komoditas ini memiliki aroma kuat dan daging buah tebal.

Beberapa varietas durian Menoreh telah dikenal secara nasional. Varietas unggulan berasal dari kawasan perbukitan ini. Musim panen biasanya berlangsung antara September hingga Februari.

Pada masa panen, desa sering menggelar festival durian. Kegiatan tersebut melibatkan warga dan pengunjung. Beragam agenda seperti kontes dan obral durian turut meramaikan suasana.

Sebagian besar penduduk Banjaroya bekerja sebagai petani pekebun. Kondisi ini membuka peluang wisata edukatif. Wisatawan dapat belajar mengolah hasil perkebunan secara langsung.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X