Bagi wisatawan yang ingin menginap, tersedia homestay. Penginapan ini berada di lingkungan permukiman warga. Wisatawan dapat merasakan suasana pedesaan secara langsung.
Selama menginap, pengunjung dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat. Aktivitas harian warga menjadi bagian pengalaman wisata. Kehidupan desa terasa dekat dan sederhana.
Selain agrotourism, wisatawan juga dapat belajar membuat jamu tradisional. Proses pembuatan dikenalkan dari bahan hingga penyajian. Jamu yang dibuat dikenal memiliki berbagai khasiat.
Desa Wisata Trumpon menghadirkan perpaduan alam, pertanian, dan budaya. Aktivitas wisata disusun berbasis pengalaman langsung. Konsep ini menjadikan desa sebagai ruang belajar terbuka.
Keberadaan desa wisata ini melengkapi pilihan wisata di Sleman. Lereng Merapi tetap menjadi daya tarik utama kawasan. Desa Wisata Trumpon menjadi salah satu destinasi agrotourism yang dikenal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengenal Kampung Wisata Dewa Bronto Yogyakarta, Blusukan Kampung, Susur Code, Museum Perjuangan, dan Kisah Lampor Nyi Roro Kidul
Turis Kaget Lihat Sungai Hitam di Hutan Kalimantan, Penjelasan Pemandu Wisata Ini Ramai Dibahas
Kampung Wisata Kauman Yogyakarta, Wisata Religi Berbasis Sejarah Muhammadiyah yang Ramai Dikunjungi saat Bulan Ramadhan
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Desa Wisata Srimulyo di Bantul, Destinasi Alam dan Budaya di Antara Sungai Opak dan Gawe yang Terus Berkembang Berbasis Komunitas