SketsaNusantara.id - Dalam kisah wayang kulit, penyamaran para Pandawa menjadi bagian penting alur cerita. Salah satu penyamaran yang paling menarik adalah sosok Jagal Abilawa.
Jagal Abilawa merupakan nama samaran yang digunakan Bima. Penyamaran ini dilakukan saat Pandawa bersembunyi di Kerajaan Wirata.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Pandawa menjalani pembuangan selama dua belas tahun. Hukuman itu dijalani akibat kekalahan dalam perjudian melawan Kurawa.
Sesuai perjanjian, Pandawa harus menyamar selama satu tahun penuh. Penyamaran tidak boleh terungkap sedikit pun.
Jika identitas mereka terbongkar, hukuman pembuangan harus diulang. Ketentuan ini membuat masa penyamaran menjadi sangat menentukan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Ensiklopedi Wayang Indonesia, selama masa persembunyian, Bima menyamar sebagai Jagal Abilawa. Ia bekerja sebagai penyembelih hewan ternak.
Pekerjaan tersebut dilakukan di dapur istana Wirata. Abilawa berada di bawah Demang Welakas, juru masak kerajaan.
Meski berpenampilan sederhana, Abilawa menyimpan kekuatan luar biasa. Hal ini kelak menentukan keselamatan Kerajaan Wirata.
Selama masa penyamaran, muncul ancaman dari dalam kerajaan. Tiga senapati Wirata berniat melakukan makar.
Rajamala, Rupakenca, dan Kencakarupa merencanakan perebutan kekuasaan. Mereka adalah ipar Raja Wirata, Prabu Matswapati.
Mereka menantang putra raja dalam adu manusia sampai mati. Taruhan pertarungan adalah hak atas Kerajaan Wirata.
Dalam laga itu, Abilawa ditunjuk sebagai wakil kerajaan. Rajamala menjadi jago dari pihak senapati pemberontak.
Artikel Terkait
Ketika Alkitab Dipentaskan dalam Bahasa Dalang: Kisah Unik Wayang Wahyu di Jawa
Daftar Ucapan dan Twibbon Hari Wayang Nasional 2025, Kalimat Bijak dan Gambar Terbaru tuk Postingan Instagram 7 November
Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Wayang Beber, Pertunjukkan Seni Wayang yang Dibentangkan, Tertua Ada di Pacitan dan Yogyakarta
5 Fakta Menarik Seputar Wayang, Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO sebagai Karya Kebudayaan yang Mengagumkan
Dimainkan oleh 2 Dalang, Inilah Wayang Ental dari Bali, Terbuat dari Daun Lontar hingga Terinspirasi Wayang Jepang