Kamis, 4 Juni 2026

Dekat Tugu Jogja, Lupis Mbah Satinem Jadi Incaran Wisatawan karena Rasa dan Harga Bersahabat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 11 Januari 2026 | 07:00 WIB
Lupis Mbah Satinem yang legendaris di Yogyakarta. (Instagram.com/lupismbahsatinem)
Lupis Mbah Satinem yang legendaris di Yogyakarta. (Instagram.com/lupismbahsatinem)

SketsaNusantara.id - Lupis menjadi salah satu jajanan pasar tradisional yang masih digemari hingga saat ini.

Di Yogyakarta, lupis dikenal mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Namun, satu nama kerap disebut sebagai tujuan utama pemburu lupis.

Lupis Mbah Satinem dikenal luas oleh warga lokal maupun wisatawan. Tempat ini menjadi rujukan jajanan pasar legendaris di Yogyakarta. Setiap pagi, antrean pembeli kerap terlihat sejak awal jam buka.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kuliner 'Miskin' di Yogyakarta yang Kini Jadi Favorit Semua Kalangan

Lokasi Lupis Mbah Satinem tergolong strategis dan mudah dijangkau. Lapaknya berada sekitar 500 meter di sebelah barat Tugu Jogja.

Alamat lengkapnya terletak di Jalan Bumijo Nomor 50, Gowongan, Yogyakarta.

Keberadaan lokasi tersebut membuat pembeli dari berbagai arah mudah datang. Kawasan itu juga dikenal ramai oleh aktivitas wisata. Kondisi ini turut mendukung tingginya jumlah pengunjung setiap harinya.

Lupis yang dijajakan Mbah Satinem dikenal memiliki cita rasa khas. Adonan lupis dipadukan dengan berbagai isian tradisional. Beberapa di antaranya adalah gatot dan cenil bertekstur kenyal.

Baca Juga: Rejowinangun Jadi Kampung Wisata Unggulan di Kotagede dengan Edukasi Agro, Kuliner Unik, Seni Tradisi, dan Paket Wisata

Setiap porsi lupis disajikan dengan taburan kelapa parut. Setelah itu, gula merah cair disiramkan secara merata. Warna cokelat gula merah terlihat kental dan menggugah selera.

Perpaduan kelapa parut dan gula merah memberikan rasa gurih dan manis seimbang. Tekstur lupis terasa lembut saat dikunyah. Sensasi kenyal dari cenil juga terasa di setiap suapan.

Manis gula aren langsung terasa sejak suapan pertama. Gatot dan tiwul menambah variasi tekstur dalam satu porsi. Kombinasi ini menjadi ciri khas sajian Lupis Mbah Satinem.

Karena cita rasa tersebut, antrean pembeli kerap mengular. Banyak pengunjung rela menunggu untuk mendapatkan seporsi lupis. Kondisi ini hampir selalu terlihat setiap hari.

Dari sisi harga, Lupis Mbah Satinem dikenal ramah di kantong. Harga tersebut sudah mencakup beberapa jenis isian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X