Kawasan ini tidak diarahkan pada konsep wisata massal. Pertimbangan tersebut diambil demi menjaga tatanan sosial masyarakat.
Pengelola juga menilai pendekatan ini dapat menciptakan lingkungan yang tetap kondusif. Kenyamanan warga dan wisatawan menjadi prioritas utama.
Meski tidak menyasar wisatawan massal, nilai ekonomi tetap dioptimalkan. Strategi harga diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial.
Dengan konsep tersebut, Kampung Wisata Dipowinatan memposisikan diri sebagai urban tourism berbasis budaya. Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang mengedepankan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Rejowinangun Jadi Kampung Wisata Unggulan di Kotagede dengan Edukasi Agro, Kuliner Unik, Seni Tradisi, dan Paket Wisata
10 Daya Tarik Kampung Wisata Code Cokrodiningratan Yogyakarta, Dari Susur Sungai hingga Jejak Bangunan Belanda
13 Daya Tarik Kampung Wisata Niti Gedongkiwo, Kampung Budaya Yogyakarta dengan Seni Tradisi dan Kerajinan Warga
Pesona Kampung Wisata Sosromenduran Yogyakarta, Kampung Multikultur Strategis dengan Atraksi Seni dan Tradisi Apeman
Potensi Kampung Wisata Kali Gajah Wong Giwangan Yogyakarta dari Bendhung Lepen hingga Dermaga Cinta yang Ramai Diminati