Minggu, 19 Juli 2026

Jejak Sejarah Kuliner 'Miskin' di Yogyakarta yang Kini Jadi Favorit Semua Kalangan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Januari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi kuliner di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. (Pexels/fajri nugroho)
Ilustrasi kuliner di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. (Pexels/fajri nugroho)

Selain versi original, Sate Kere disajikan dengan bumbu kecap. Ada pula pedagang yang menawarkan bumbu kacang sebagai pelengkap.

Bagi pengunjung yang kurang menyukai jeroan, tersedia pilihan daging sapi. Varian ini memberi alternatif bagi penikmat sate.

Ukuran sate relatif besar pada setiap tusuknya. Hal tersebut membuat Sate Kere cukup mengenyangkan bagi pembeli.

Harga Sate Kere Beringharjo tergolong terjangkau. Satu tusuk sate dibanderol mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000.

Kisaran harga tersebut membuat Sate Kere diminati berbagai kalangan. Warga lokal dan wisatawan kerap menyantapnya sebagai camilan.

Keberadaan Sate Kere Beringharjo menjadi bagian dari dinamika kuliner kota. Kuliner ini menunjukkan adaptasi makanan tradisional terhadap perubahan zaman.

Sate Kere tidak hanya berfungsi sebagai pangan. Kuliner ini juga merepresentasikan sejarah sosial masyarakat Yogyakarta.

Hingga kini, Sate Kere Beringharjo tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Eksistensinya menjadi daya tarik wisata kuliner lokal.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Sate Kere menjadi salah satu pilihan. Kuliner ini menawarkan rasa, sejarah, dan pengalaman khas pasar tradisional.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X