Selain versi original, Sate Kere disajikan dengan bumbu kecap. Ada pula pedagang yang menawarkan bumbu kacang sebagai pelengkap.
Bagi pengunjung yang kurang menyukai jeroan, tersedia pilihan daging sapi. Varian ini memberi alternatif bagi penikmat sate.
Ukuran sate relatif besar pada setiap tusuknya. Hal tersebut membuat Sate Kere cukup mengenyangkan bagi pembeli.
Harga Sate Kere Beringharjo tergolong terjangkau. Satu tusuk sate dibanderol mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000.
Kisaran harga tersebut membuat Sate Kere diminati berbagai kalangan. Warga lokal dan wisatawan kerap menyantapnya sebagai camilan.
Keberadaan Sate Kere Beringharjo menjadi bagian dari dinamika kuliner kota. Kuliner ini menunjukkan adaptasi makanan tradisional terhadap perubahan zaman.
Sate Kere tidak hanya berfungsi sebagai pangan. Kuliner ini juga merepresentasikan sejarah sosial masyarakat Yogyakarta.
Hingga kini, Sate Kere Beringharjo tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Eksistensinya menjadi daya tarik wisata kuliner lokal.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Sate Kere menjadi salah satu pilihan. Kuliner ini menawarkan rasa, sejarah, dan pengalaman khas pasar tradisional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
7 Kuliner Khas Banyuwangi yang Lezat Menggoda, Ikon Pariwisata di Bumi Blambangan yang Tidak Boleh Terlewatkan
6 Kuliner Asli Danau Toba yang Menggoda Lidah, Bercita Rasa Autentik Mulai dari Manis hingga Pedas, Wajib Dicoba Wisatawan
7 Kuliner Kalimantan Tengah yang Menggugah Selera, Olahan Ikan hingga Sayur dari Batang Pohon Talas, Warisan Rasa dari Alam Borneo
Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an
3 Fakta Menarik di Balik Lezatnya Sate Padang, Asal-Usul Kuliner hingga Bumbu Rahasia Asli dari Minangkabau