Kamis, 4 Juni 2026

Tak Banyak yang Tahu, Muhammadiyah Lahir di Era Sultan Jogja yang Kaya Raya, Inilah Jejak Raja Jawa yang Menghubungkan Keraton hingga Gerakan Modern

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Desember 2025 | 14:30 WIB
Hubungan yang kuat antara Muhammadiyah dan Keraton Yogyakarta. (jogjaprov.go.id)
Hubungan yang kuat antara Muhammadiyah dan Keraton Yogyakarta. (jogjaprov.go.id)

Era Hamengku Buwono VII menandai transisi menuju modernisasi. Banyak sekolah berdiri pada masa ini. Anak-anak Sultan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sebagian dikirim belajar ke Negeri Belanda. Pola pendidikan terbuka ini membentuk iklim intelektual keraton. Lingkungan tersebut bersinggungan dengan gerakan keagamaan modern.

Muhammadiyah lahir pada masa pemerintahan Sultan ini. Pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan, merupakan abdi dalem keraton golongan pengulon.

Nama kecilnya Raden Ngabei Ngabdul Darwis. Ia disekolahkan ke Arab Saudi atas dukungan Sultan. Sepulangnya, Muhammadiyah didirikan di kawasan Kauman.

Organisasi ini menitikberatkan pendidikan dan amal usaha. Perkembangannya meluas keluar Yogyakarta. Jejak awalnya tetap terkait konteks keraton.

Keraton, Seni, dan Organisasi Modern

Pada masa ini, seni tari keluar dari tembok keraton. Sultan mendukung pendirian sekolah tari Krido Bekso Wiromo. Sekolah ini terbuka untuk masyarakat umum.

Pentas tari dan wayang berkembang sejak akhir 1918. Sejumlah karya lahir, termasuk Bedaya Sumreg dan Srimpi Dhendhang Sumbawa.

Keraton juga memberi ruang bagi organisasi modern. Gedung Loji Mataram di Malioboro dipinjamkan untuk Kongres pertama Budi Utomo. Kini bangunan tersebut menjadi Gedung DPRD DIY.

Pada 1920, Sultan memilih turun tahta. Ia menjalani madeg pandhita di Pesanggrahan Ambarukmo. Sri Sultan Hamengku Buwono VII wafat pada 30 Desember 1921 dan dimakamkan di Imogiri.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X