Minggu, 19 Juli 2026

Sri Sultan Hamengku Buwono VI: Dari Pangeran Mangkubumi, Gempa Dahsyat 1867, hingga Warisan Penting Kasultanan Yogyakarta

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 11 Desember 2025 | 21:00 WIB
Sri Sultan HB VI. (Kratonjogja.id)
Sri Sultan HB VI. (Kratonjogja.id)

Peristiwa itu meninggalkan trauma yang mendalam. Sri Sultan Hamengku Buwono VI bahkan meminta agar kejadian tersebut tidak terus dibicarakan.

Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa kejadian sebesar itu tidak akan terjadi lagi. “Peristiwa tersebut tidak usah diingat-ingat,” demikian keyakinan yang beredar di kalangan masyarakat saat itu.

Sri Sultan Hamengku Buwono VI tutup usia pada 20 Juli 1877 dalam usia 56 tahun. Beliau dimakamkan di Astana Besiyaran, Pajimatan Imogiri. Putra beliau, Raden Mas Murtejo, naik tahta sebulan setelahnya sebagai Hamengku Buwono VII.

Di antara peninggalan beliau terdapat dua karya tari, yaitu Bedhaya Babar Layar dan Srimpi Endra Wasesa.

Pada masa pemerintahannya pula dipesan kereta Kyai Wimono Putro untuk upacara pelantikan putra mahkota.

Sedangkan kereta kebesaraan beliau, Kyai Kanjeng Garudho Yakso, tetap digunakan hingga sekarang sebagai bagian penting warisan budaya Kasultanan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X