Peristiwa itu meninggalkan trauma yang mendalam. Sri Sultan Hamengku Buwono VI bahkan meminta agar kejadian tersebut tidak terus dibicarakan.
Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa kejadian sebesar itu tidak akan terjadi lagi. “Peristiwa tersebut tidak usah diingat-ingat,” demikian keyakinan yang beredar di kalangan masyarakat saat itu.
Sri Sultan Hamengku Buwono VI tutup usia pada 20 Juli 1877 dalam usia 56 tahun. Beliau dimakamkan di Astana Besiyaran, Pajimatan Imogiri. Putra beliau, Raden Mas Murtejo, naik tahta sebulan setelahnya sebagai Hamengku Buwono VII.
Di antara peninggalan beliau terdapat dua karya tari, yaitu Bedhaya Babar Layar dan Srimpi Endra Wasesa.
Pada masa pemerintahannya pula dipesan kereta Kyai Wimono Putro untuk upacara pelantikan putra mahkota.
Sedangkan kereta kebesaraan beliau, Kyai Kanjeng Garudho Yakso, tetap digunakan hingga sekarang sebagai bagian penting warisan budaya Kasultanan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diisukan Menikah dengan Titi DJ, Thomas Djorghi Buka Suara hingga Ungkap Respon Keluarga, Kakak Sultan Djorghi: Kita...
Sri Sultan HB X Redakan Ketegangan Demo, Sambut Massa dengan Gending Raja Manggala Usai Wafatnya Affan Kurniawan
Yogyakarta Pasca Demo di Mapolda DIY, Sri Sultan Pastikan Kondisi Aman, Aktivitas Publik dan Wisata Tak Terganggu
Heboh Kabar Raffi Ahmad Bakal Jadi Menpora, Netizen Kembali Ungkit Kasus Sultan Andara Tahun 2013: Pernah Tersandung...
Langka dan Bersejarah! Begini Awal Mula Bebek Suwar Suwir, Hidangan Favorit Sultan Hamengku Buwono IX