Senin, 20 Juli 2026

Mengapa Mataram Islam Bisa Menguasai Jawa? Kisah Hutan, Perebutan Kuasa, dan 2 Pemimpin dengan Watak Berbeda

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 18 November 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi warisan Kerajaan Mataram Islam. (Pexels/Renda Eko Riyadi )
Ilustrasi warisan Kerajaan Mataram Islam. (Pexels/Renda Eko Riyadi )

Serangan itu gagal karena Gunung Merapi meletus hingga membuat pasukan Pajang terpencar. Sumber menyebut pasukan itu bercerai-berai “karena bersamaan dengan meletusnya Gunung Merapi.”

Tidak lama setelah kegagalan itu, Sultan Pajang meninggal dunia. Situasi ini dimanfaatkan Panembahan Senopati untuk menyatakan dirinya sebagai penguasa seluruh Jawa.

Selama memimpin dari 1584 hingga 1601, Panembahan Senopati memperluas wilayah Mataram secara agresif. Pajang dan Demak ditaklukkan pada 1588. Madiun menyusul pada 1590, kemudian Jepara pada 1599.

Serangan ke Tuban pada 1598 dan 1599 belum berhasil sepenuhnya, namun wilayah itu akhirnya diduduki Mataram pada 1619 pada masa Sultan Agung.

Setelah Senopati wafat pada 1601, kekuasaan beralih ke Mas Jolang atau Panembahan Seda Ing Krapyak. Ia berkuasa hingga 1613. Berbeda dengan pendahulunya, ia lebih memilih membangun berbagai fasilitas kerajaan. Berbagai bangunan baru muncul pada masa ini, seperti Prabayeksa pada 1603 dan Taman Danalaya pada 1605. Ia juga membuat lumbung di Gading pada 1610. Selain membangun, ia gemar berburu dan memiliki kawasan khusus bernama Krapyak.

Namun masa pemerintahannya juga menghadapi pemberontakan. Pangeran Puger memberontak di Demak pada 1602–1605 dan Pangeran Jayaraga di Ponorogo pada 1608. Keduanya dipicu ketidakpuasan terhadap pengangkatan Mas Jolang.

Di sisi lain, Surabaya juga menjadi kekuatan besar yang menguasai sebagian Jawa Timur dan menjadi pesaing Mataram.

Menjelang akhir pemerintahannya, Mas Jolang menjalin kerja sama dengan Belanda pada 1613. Ia kemudian wafat pada 1 Oktober 1613 saat berburu di Krapyak.

Kisah dua generasi awal inilah yang menjadi fondasi berdirinya Kerajaan Mataram Islam yang kemudian berpengaruh besar di Jawa.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (1995)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X