Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Aceh Pernah Disegani Dunia? Inilah Jejak Keemasan Iskandar Muda yang Jarang Dibahas Buku Sekolah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 17 November 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Jaya P)
Ilustrasi kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Jaya P)

Pusat kajian itu terdiri atas balai pendidikan, lembaga pengembangan ilmu, dan himpunan ulama. Lembaga-lembaga ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap ilmu keagamaan dan sosial.

Sistem pendidikan Aceh juga berkembang pesat. Tingkat pendidikan dimulai dari Meunasah, Kangkang, Daya, hingga Daya Teuku Cik yang setara perguruan tinggi. Di tingkat lanjutan itu diajarkan ilmu tafsir, tasawuf, dan berbagai kajian keagamaan lain.

Tokoh sufi juga muncul dari masa itu, seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Sumatrani. Salah satu tokoh lain adalah Nuruddin ar-Raniri meski ia tidak mendapat sambutan baik dari Sultan.

Gambaran masa keemasan Aceh menunjukkan pencapaian yang luas. Aceh menjadi wilayah yang kuat dan berpengaruh. Pada masa itu, Aceh disebut sebagai penghalang bagi kekuatan Barat yang ingin menguasai Nusantara.

Di akhir masa pemerintahannya, hubungan dengan Belanda berubah setelah serangan ke Malaka tahun 1629. Perubahan itu membuat aturan perdagangan yang sebelumnya ketat menjadi longgar. Peristiwa ini memberi dampak baru dalam hubungan Aceh dengan bangsa Eropa.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (1995)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X