Pembangunan gedung ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada kelompok sandiwara sunda Miss Tjitjih yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat.
Meski gedung ini diprioritaskan untuk pengembangan seni pertunjukan Sunda, masyarakat umum dapat menyewanya untuk gelaran pertunjukan seni lainnya.
3. Rumentang Siang
Rumentang Siang adalah gedung seni pertunjukan yang berlokasi di Jalan Baranang Siang No. 1, Sumur, Kota Bandung, Jawa Barat.
Gedung pertunjukan yang dibangun pada 1935 ini pada awalnya digunakan sebagai bioskop, namun pada 1975 dialihfungsikan sebagai gedung pertunjukan kesenian Rumentang Siang.
Rumentang Siang memiliki program rutin yang sudah ada sejak 1990 yakni Festival Drama Basa Sunda.
4. Purawisata
Purawisata berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sudah ada sejak 1975.
Gedung kesenian ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia karena mementaskan Sendratari Ramayana selama 43 tahun tanpa henti setiap malam.
Tidak hanya Sendratari Ramayana, kini di Purawisata juga terdapat pertunjukan lain seperti ketoprak humor, komedi tunggal, hingga musik dangdut.
5. Taman Budaya Yogyakarta
Taman Budaya Yogyakarta sudah ada sejak 1977 dan berlokasi di Jalan Sriwedani No.1, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gedung kesenian ini dibangun untuk menjadi salah satu laboratorium seni di Indonesia dengan dua bangunan utama yakni Concert Hall dan Societet Militair.
Memiliki arsitektur khas Belanda, Concert Hall digunakan untuk diskusi sastra, pameran, dan pelatihan.
Sedangkan Societet Militair digunakan untuk pementasan teater, tari, musik, dan seni pertunjukan lainnya.
Artikel Terkait
Cara Dakwah Sunan Muria: Sang Penyebar Islam di Gunung Muria dengan Kesenian dan Kebudayaan
Apa Hubungannya dengan Sunan Kalijaga? Sejarah Tari Tayub, Lenggak-Lenggok Cantik Kesenian dari Nganjuk
5 Hasil Kesenian Sunan Kalijaga untuk Syiar Dakwah Islam di Pulau Jawa, Nomor 4 Penuh Makna Filosofis yang Sering Dilupakan
Festival Rakyat Ramadhan 1446 H Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Jember, Nyoman: Kita Hadirkan Kesenian dan Kebudayaan
Unik dan Menyeramkan, Inilah Kesenian Can Macanan Kadduk dan Ta Butaan yang Tertua di Jember