Senin, 20 Juli 2026

Dari Pogung ke Gemawang, Inilah Soto Ijo Monjali yang Cuma 10 Menit dari UGM

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Soto Ijo Monjali yang cuma 10 menit dari UGM. (Jogjaprov.go.id)
Soto Ijo Monjali yang cuma 10 menit dari UGM. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Di antara banyak kuliner legendaris di Yogyakarta, Soto Ijo Monjali menjadi salah satu yang paling sering dibicarakan oleh mahasiswa dan warga lokal.

Letaknya strategis, hanya sekitar 10 menit perjalanan dari kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Lokasinya berada di Jalan Tirta Marta, Gemangan, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, tepat di sisi timur instalasi pengolahan air PDAM Gemawang.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, warung sederhana ini dikenal dengan cita rasa khas yang membedakannya dari soto lain di Yogyakarta.

Baca Juga: Sarapan di Bantul? Coba Soto Kemasan Yogyakarta, Unik Pakai Kemangi dan Tahu Bacem sejak 1963

Kuahnya berwarna hijau lembut, hasil racikan bumbu rempah yang kuat dan segar. Itulah sebabnya banyak pelanggan menyebutnya “soto hijau”, atau lebih dikenal dengan nama Soto Ijo Monjali.

Menu utama di tempat ini adalah soto dengan pilihan isian daging sapi, babat, iso, atau campuran dari ketiganya.

Bagi pengunjung yang lebih menyukai daging ayam, kini Soto Ijo Monjali juga menyediakan varian soto ayam.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Legendaris di Jember yang Masih Eksis Puluhan Tahun, dari Gudeg 1968 hingga Soto Ayam 1958

Kuah hangat yang gurih berpadu dengan potongan daging empuk, menjadikan hidangan ini cocok disantap pagi maupun siang hari. 

Selain soto, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan minuman untuk melengkapi santapan. Pengunjung bisa memesan teh manis, kopi panas, hingga minuman tradisional seperti beras kencur dan kunir asem.

Kombinasi antara makanan dan minuman tersebut menghadirkan suasana khas warung Jawa yang sederhana namun hangat.

Keberadaan Soto Ijo Monjali juga menjadi bagian dari peta kuliner mahasiswa UGM. Dengan harga yang terjangkau, porsi yang cukup besar, serta lokasi yang mudah diakses, warung ini kerap menjadi tempat makan langganan baik bagi mahasiswa rantau maupun warga sekitar.

Banyak yang datang tidak hanya untuk menikmati rasa sotonya, tetapi juga untuk mengenang suasana khas warung kaki lima Yogyakarta yang sederhana dan bersahaja. Tak jarang, antrean terlihat sejak pagi hari, terutama saat akhir pekan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X