Kamis, 4 Juni 2026

Bukan karena Kotor, Ini Alasan Mie Lethek dari Bantul Yogyakarta Dibiarkan Berwarna Kusam

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:30 WIB
Mie lethek makanan khas dari Bantul dengan proses alami yang istimewa. (Jogjaprov.go.id)
Mie lethek makanan khas dari Bantul dengan proses alami yang istimewa. (Jogjaprov.go.id)

Mie lethek kemudian banyak digunakan oleh pengusaha kuliner sebagai bahan dasar berbagai hidangan khas.

Beberapa di antaranya dijadikan bahan utama untuk soto, mie goreng, atau campuran sayur khas daerah.

Teksturnya yang kenyal dan rasa alaminya membuat mie ini mudah dipadukan dengan berbagai bumbu tradisional.

Resep dan cara pembuatan mie lethek diwariskan secara turun-temurun dari keluarga.

Hingga kini, proses pengeringan dan penggilingan masih dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas.

Selain menjadi ciri khas kuliner Bantul, mie lethek juga menjadi ikon bagi wisata kuliner Yogyakarta.

Cara tradisional dan hasil akhir yang berbeda dari mie modern membuat produk ini semakin dicari.

Hingga kini, mie lethek tak hanya menjadi bahan dasar masakan rumahan, tetapi juga masuk dalam menu restoran tradisional di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Cita rasa otentik, proses alami, dan nilai sejarah menjadikan mie lethek sebagai simbol ketekunan warga Bantul dalam menjaga warisan kuliner daerah.

Keunikan inilah yang membuat mie lethek tetap bertahan di tengah gempuran makanan instan dan produk modern.

Dari dapur sederhana di Bantul, kuliner berwarna kusam ini terus menjaga nama Yogyakarta di peta kuliner tradisional Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X