Minggu, 19 Juli 2026

5 Sastrawan Indonesia yang Memiliki Gelar Pahlawan Nasional, Berjasa dalam Kesusastraan dan Berjuang untuk Kemerdekaan

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 September 2025 | 21:30 WIB
 Raja Ali Haji, sastrawan Indonesia yang memiliki gelar Pahlawan Nasional. (mahadalyjakarta)
Raja Ali Haji, sastrawan Indonesia yang memiliki gelar Pahlawan Nasional. (mahadalyjakarta)

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan pemikir Islam yang memiliki pengaruh besar, tidak hanya di Indonesia namun juga di Asia Tenggara.

Lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, Perjuangan HAMKA dalam upaya kemerdekaan Indonesia tidak hanya melalui ceramah atau pidato.

Namun juga melalui pergerakan-pergerakan nyata melalui organisasi seperti organisasi Muhammadiyah dan Partai Politik Masyumi, serta sebagai ketua pertama Majelis Ulama Indonesia.

HAMKA juga pernah menjadi pemimpin Front Pertahanan Nasional Sumatera Barat dan anggota Sekretariat Badan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK) selama perang kemerdekaan.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk” yang telah diangkat ke dalam layar lebar pada tahun 2013.

5. Amir Hamzah

Amir Hamzah adalah tokoh nasional sekaligus sastrawan yang dijuluki “Raja Penyair Pujangga Baru.”

Ia bersama dua orang lainnya, yaitu Armijn Pane dan Sutan Takdir Alisjahbana mendirikan sebuah majalah dengan nama Poedjangga Baroe yang bergerak untuk memajukan kebudayaan Indonesia dan menciptakan sastra baru.

Bernama lengkap Tengku Amir Hamzah dan lahir pada 8 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, Amir Hamzah adalah salah satu tokoh penting di balik Kongres Sumpah Pemuda tahun 1928.

Selain itu Amir Hamzah pernah menjadi Wali Sultan Langkat dan berperan aktif dalam menggalang dukungan untuk menjaga kedaulatan negara serta merintis pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Nahas, hidupnya harus berakhir di tangan bangsanya sendiri saat peristiwa Revolusi Sosial terjadi di Sumatera Timur pada tahun 1946.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X