Minggu, 19 Juli 2026

Mix Martial Art atau Sumo? Nanti Dulu, Inilah Geudeu-Geudeu, Olahraga Gulat Tradisional Khas Pidie Jaya Aceh yang Mengasah Mental dan Jiwa

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Kamis, 4 September 2025 | 20:30 WIB
Geudeu-Geudeu, olahraga gulat tradisional khas Pidie Jaya, Aceh merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda. (nusantarainstitute.com)
Geudeu-Geudeu, olahraga gulat tradisional khas Pidie Jaya, Aceh merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda. (nusantarainstitute.com)

 

SketsaNusantara.id – Pidie Jaya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang unik.

Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka di sebelah Utara ini pada zaman Kerajaan Aceh merupakan sebuah wilayah yang bernama Negeri Meureudu.

Sempat menjadi Kawedanan, Meureudu kemudian menjadi ibukota dari Kabupaten Pidie Jaya hingga saat ini.

Baca Juga: Tali Bendera Putus saat Upacara HUT RI ke 80 di Aceh! Bocah SD Ini Panjat Tiang dan Selamatkan Pengibaran Merah Putih

Pidie Jaya tidak hanya sekadar sebuah wilayah dengan sejarah, budaya, dan alam yang kaya, melainkan juga merupakan wilayah dengan hasil pertanian yang melimpah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari bappeda.pidiejayakab.go.id Pemerintah Aceh menilai Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu pusat lumbung pangan terbesar di Provinsi Aceh.

Di balik fakta tersebut, ada satu hal unik yang dilakukan oleh masyarakat Pidie Jaya terkait dengan aktivitas pertanian yang gencar mereka lakukan.

Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Mekanisme Gempa 5,2 SR di Aceh Selatan, Ada Kaitannya dengan Gempa 5,3 SR yang Mengguncang Pulau Nias Sumatera Utara?

Aktivitas tersebut adalah tradisi yang biasa dilakukan setelah masyarakat setempat memanen hasil padi yang mereka tanam.

Itulah Geudeu-Geudeu. Olahraga gulat tradisional unik yang dimiliki oleh masyarakat Pidie Jaya dengan ciri khas budaya setempat.

Apa itu Geudeu-Geudeu?

Geudeu-Geudu adalah aktivitas olahraga tradisional seperti gulat yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki dari masyarakat Pidie Jaya saat mereka mulai beranjak remaja hingga dewasa.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Aceh, Dairi, dan Nias Terjadi saat Cuaca Ekstrem: Mengapa Karhutla Bisa Terjadi di Tengah Hujan Deras?

Pada mulanya aktivitas ini merupakan upaya mengasah ketahanan mental dan jiwa untuk laskar kerajaan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X