Kamis, 4 Juni 2026

5 Kuliner Khas Nusantara dari Berbagai Daerah dengan Sejarah dan Filosofi yang Dalam, Cek di Sini, Ada Favoritmu?

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 September 2025 | 22:00 WIB
Berbagai kuliner khas Nusantara dengan sejarah dan filosofi yang dalam dari berbagai daerah, harus dilestarikan. (Visitingjogja.jogjaprov.go.id)
Berbagai kuliner khas Nusantara dengan sejarah dan filosofi yang dalam dari berbagai daerah, harus dilestarikan. (Visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Dilansir SketsaNusantara.id dari posspika.kemdikbud.go.id, memasak gudeg dipahami sebagai cerminan sempurna dari filosofi Jawa yang penuh nilai ketenangan, kesabaran, teliti, tidak terburu-buru dan anti sembrono.

Gudeg berasal dari kata hangudeg yang berarti mengaduk. Dari situlah tercipta nama gudeg yang kita kenal hingga saat ini.

2. Rendang

Rendang berasal dari kata marandang yang berarti memasak santan hingga mengering. Begitulah asal-muasal kata Rendang yang kita ketahui hingga saat ini.

Kuliner khas Sumatera Barat ini sudah ada sejak abad ke-16. Saat itu, orang Minang suka mengunjungi Selat Malaka dan Singapura.

Perjalanan jauh tersebut tidak dapat berhenti dan memakan waktu lama hingga satu bulan atau lebih melalui jalur laut dan rendang menjadi perbekalan karena tahan lama.

Makanan berbahan dasar daging sapi, santan, dan bumbu-bumbu tradisional yang kompleks ini memiliki filosofi tersendiri.

Tiga filosofi dari rendang adalah ketekunan, kebijaksanaan dan kesabaran.

Ketekunan dalam mengaduk rendang hingga santan mengering, kesabaran dalam memasak rendang yang cukup lama serta kebijaksanaan dalam mengatur api saat proses memasak.

Setiap bahan-bahan dari rendang memiliki makna. Di antaranya adalah cabai merah yang bermakna pendidikan tinggi, daging melambangkan kekayaan, rempah-rempah melambangkan kemajuan, serta santan melambangkan integritas.

3. Papeda

Papeda adalah makanan khas daerah Indonesia Timur seperti Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi.

Berbahan dasar sagu dan bertekstur seperti gel, makanan khas satu ini biasa disebut dao oleh masyarakat Inanwatan, Papua, dan terkenal luas dalam masyarakat adat Sentanu dan Abrab di Danau Sentani, Arso, juga Manokwari.

Berdasarkan sejarah, Papeda sering dihidangkan dalam acara-acara adat penting di wilayah Papua, Maluku dan sekitarnya.

Oleh masyarakat Raja Ampat, sagu dianggap sebagai sesuatu yang sangat istimewa. Tidak jarang diadakan upacara-upacara adat saat memanen sagu sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X