Siskamling pertama kali dibentuk dan dikenal dengan nama Kampung Wacht atau Ronda Kampung. Kala itu, warga menerapkan sistem keamanan dan terlibat langsung untuk menjaga keamanan lingkungan tempat tinggalnya dari gangguan atau ancaman penjajah.
Setelah Indonesia merdeka, siskamling masih terus dipertahankan hingga diresmikan oleh Menteri Dalam negeri (Mendagri) pada tahun 1975 yang menjadikannya bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Siskamling juga mendapat dukungan dari Kepala Kepolisian RI pada tahun 1981 untuk menghadapi berbagai masalah keamanan dan mencegah terjadinya tindakan kriminalitas hingga gejolak politik yang berkembang seiring waktu.
Siskamling juga menjadi bagian dari upaya pengamanan swakarsa yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan.
Pada pelaksananannya, siskamling melibatkan warga untuk saling menjaga satu sama lain dengan cara patroli keliling lingkungan dan melakukan ronda malam secara bergantian.
Warga secara bergiliran menjaga keamanan dan aktif melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib. Sistem keamanan berbasis gotong royong ini dinilai efektif yang menjadikannya perpanjangan tangan kepolisian dalam memberantas kejahatan.
Tak hanya itu, siskamling ini juga bisa menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan solidaritas dan kepedulian antar sesama.
Keberadaan Siskamling yang sangat penting bahkan secara resmi sudah diatur dalam Perkapolri Nomor 23 Tahun 2007.
Siskamling didefinisikan sebagai suatu kesatuan komponen yang saling bergantung dan cukup efektif untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan dengan menerapkan sistem gotong royong antar warga.
Sayangnya, siskamling mungkin sudah jarang ditemui. Seiring waktu, warga terutama di perkotaan mulai mengandalkan sekuriti atau petugas yang diamanahi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Tindakan warga Bekasi yang viral di medsos menimbulkan kesadaran akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan di tengah maraknya aksi demonstrasi yang berpotensi pada tindakan anarkis yang mengancam keselamatan warga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Yogyakarta Pasca Demo di Mapolda DIY, Sri Sultan Pastikan Kondisi Aman, Aktivitas Publik dan Wisata Tak Terganggu
Ferry Irwandi Bongkar Dugaan Dalang Kerusuhan Demo Sejak 25 Agustus 2025, Minta Prabowo dan Intelejen Telusuri Jejak Digital
Bantu Tim Medis, Zaskia Mecca Ungkap Kondisi di Kwitang saat Terjadi Demo pada Sabtu Malam: Anehnya Banyak Orang yang...
Presiden Prabowo Subianto Membahas Perkembangan Situasi Negara Pasca Kepolisian Melakukan Pelanggaran saat Demo: Lakukan dengan Cepat dan Transparan
Indonesia Berduka! 7 Korban Jiwa dalam Demo 28-31 Agustus 2025, Salah Satunya Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta
Presiden Prabowo Subianto Sebut Ada Mafia di Balik Aksi Demo Beberapa Hari Terakhir, Tegaskan Tak Akan Pernah Mundur Sampai Kapanpun!