“Dosa besar kalau saya membunuh saudara saya muslim. Saya nggak mau,” ungkap Ustadz Salim, mengisahkan alasan Zia-ul-Haq.
Zia-ul-Haq kemudian dikenal luas sebagai pendukung perjuangan rakyat Afghanistan dalam melawan invasi Uni Soviet.
Saat menjabat sebagai Presiden Pakistan, ia bahkan pernah berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya, ia menyempatkan diri datang ke Surabaya.
Menurut Ustadz Salim, kunjungan tersebut bukan sekadar diplomasi biasa. Zia-ul-Haq datang untuk mengenang masa lalunya sebagai tentara Inggris yang akhirnya memilih untuk desersi karena tak sanggup menembak umat Islam yang meneriakkan takbir.
“Ini tempat saya desersi ketika mendengar takbir Allahu Akbar,” ujar Zia-ul-Haq, dikutip Ustadz Salim.
Kisah ini menjadi satu dari sekian banyak bukti bagaimana semangat spiritual dan keyakinan ideologis mampu mengubah arah sejarah.
Seorang prajurit biasa yang menolak menembak karena alasan iman, akhirnya menjadi pemimpin di negerinya sendiri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Inspirasi Pidato Tema Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus: Makna Kemerdekaan di Tangan Kita
10 Kata Mutiara Tema Hari Kemerdekaan Indonesia yang Inspiratif Penuh Makna, Cocok untuk Caption di Media Sosial
Final Skuad Timnas Indonesia U-17 Resmi Dirilis Jelang Piala Kemerdekaan 2025, Siapa Saja yang Terpilih?
3 Negara Kuat Resmi Gabung Piala Kemerdekaan 2025, Siapa Saja yang Akan Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17?
5 Tokoh ini Jadi Ujung Tombak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, Siapa Saja Mereka?