Minggu, 19 Juli 2026

Tentara Inggris ini Menolak Perang karena Mendengar Takbir di Surabaya, Kelak Jadi Presiden Pakistan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi tentara Inggris yang desersi akibat mendengar takbir. (Pexels/Roman Biernacki)
Ilustrasi tentara Inggris yang desersi akibat mendengar takbir. (Pexels/Roman Biernacki)

SketsaNusantara.id - Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dikenal sebagai salah satu babak paling heroik dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Pada hari itu, ribuan pejuang dan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan dari pasukan Inggris dan Belanda yang datang dengan misi melucuti senjata Jepang, namun juga merongrong kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamasikan.

Pasukan Inggris yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby mulai memasuki Surabaya pada 25 Oktober 1945.

Baca Juga: Terbaru! 20 Link Twibbon Tema Hari Kemerdekaan yang Siap Memeriahkan dan Mempercantik Foto Selfiemu

Ketegangan memuncak setelah selebaran yang berisi ancaman kepada rakyat dan milisi Indonesia tersebar pada 27 Oktober. Bentrokan pun pecah, hingga akhirnya Jenderal Mallaby tewas pada 30 Oktober.

Puncak pertempuran terjadi pada 10 November 1945. Laskar rakyat dan para pejuang dari berbagai kalangan menghadapi gempuran pasukan Inggris yang bersenjata lengkap.

Namun, mereka tak gentar. Teriakan “Allahu Akbar” menggema dari penjuru kota, menyulut semangat juang yang luar biasa.

Baca Juga: Meriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan 20 Link Twibbon Berikut Ini, Bikin Foto 17-an Kamu Semakin Semarak!

Pekikan takbir yang menggema saat itu ternyata memiliki dampak luar biasa, bukan hanya bagi rakyat Indonesia, tapi juga bagi sebagian pasukan Inggris sendiri.

Dalam satu kesatuan, terdapat tentara Muslim dari India yang terguncang batinnya saat harus menghadapi sesama Muslim yang bertakbir dalam medan tempur.

Dalam ceramahnya di kanal YouTube pada 12 November 2020, Ustadz Salim A. Fillah mengungkapkan sebuah kisah menarik.

Salah satu tentara Inggris keturunan India-Muslim memutuskan untuk desersi atau membelot karena tak kuasa melihat dan mendengar pekik takbir dari pihak lawan.

“Desersi itu nggak mau ikut atasan. Mereka menolak ikut berperang. Karena apa? Karena mereka muslim. Kok yang dilawan takbir-takbir terus,” ujar Ustadz Salim.

Salah satu dari mereka adalah Zia-ul-Haq, yang kelak menjadi Presiden Pakistan. Ia disebut sebagai salah satu pemimpin pasukan Inggris yang memutuskan untuk meninggalkan tugasnya karena enggan menumpahkan darah sesama Muslim.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Salim A. Fillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X