Bahan utama apem bekuwa adalah tepung beras, santan kelapa, gula merah, dan rempah seperti kayu manis, cengkeh, pala, dan mesoyi.
Adonannya diberi sedikit ragi agar mengembang, lalu dibakar membentuk bulat-bulat kecil. Kuahnya dimasak dari santan dan gula, diberi bumbu hingga harum.
Penyajiannya cukup sederhana. Apem diletakkan di piring ceper, sementara kuah manisnya dihidangkan terpisah namun berdampingan. Para tamu akan menyantapnya duduk bersila di atas tikar, mengelilingi makanan yang ditata memanjang.
Di masa lalu, makanan ini dibuat oleh masyarakat lapisan bawah. Mereka pula yang setia memegang tradisi hingga sekarang.
Dalam pelaksanaan tahlilan, mereka juga ikut menyiapkan makanan lain seperti nasi opor, malbi, dan sambal goreng jika acara digelar oleh keluarga kelas menengah ke atas.
Kini, tradisi sosial yang melatarbelakangi apem bekuwa mulai tergerus. Komunitas asli Palembang yang biasa membuatnya telah banyak bergeser ke pinggiran kota.
Namun, warisan budaya ini tetap hidup lewat hidangan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyimpan kisah spiritual dan sejarah sosial yang panjang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ikon Ritel Makanan Kalengan Del Monte Foods Bangkrut Setelah 138 Tahun Berdiri, Ternyata Ini Penyebabnya
Pesanan Makanan Telat hingga 3,5 Jam? ShopeeFood Buka Suara soal Drama antara Driver dengan Customer di Sleman Jogja, Ternyata Begini Faktanya
Mengenal Liana Saputri, Anak Haji Isam yang Beli Saham KFC Indonesia Senilai Rp54 Miliar untuk Perluas Bisnis Keluarga ke Sektor Makanan Cepat Saji
Wisata Rasa di Kota Tembakau: Ini 5 Kuliner Anti-Mainstream dari Jember! Makanan Ketiga Bikin Ngiler
Baby Sulthan Keracunan Makanan, Roro Fitria Beberkan Kronologi hingga Penyebabnya, Diduga Makan Ikan Salmon Tak Segar?