Minggu, 19 Juli 2026

Kue Khas Palembang yang Diyakini Menjaga dari Siksa Neraka, Sekilas seperti Serabi Bandung dan Hanya Ada saat Tahlilan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 2 Agustus 2025 | 10:30 WIB
Ilustrasi, makanan tradisional Palembang pelindung dari api neraka. (Pexels/Sidde)
Ilustrasi, makanan tradisional Palembang pelindung dari api neraka. (Pexels/Sidde)

Bahan utama apem bekuwa adalah tepung beras, santan kelapa, gula merah, dan rempah seperti kayu manis, cengkeh, pala, dan mesoyi.

Adonannya diberi sedikit ragi agar mengembang, lalu dibakar membentuk bulat-bulat kecil. Kuahnya dimasak dari santan dan gula, diberi bumbu hingga harum.

Penyajiannya cukup sederhana. Apem diletakkan di piring ceper, sementara kuah manisnya dihidangkan terpisah namun berdampingan. Para tamu akan menyantapnya duduk bersila di atas tikar, mengelilingi makanan yang ditata memanjang.

Di masa lalu, makanan ini dibuat oleh masyarakat lapisan bawah. Mereka pula yang setia memegang tradisi hingga sekarang.

Dalam pelaksanaan tahlilan, mereka juga ikut menyiapkan makanan lain seperti nasi opor, malbi, dan sambal goreng jika acara digelar oleh keluarga kelas menengah ke atas.

Kini, tradisi sosial yang melatarbelakangi apem bekuwa mulai tergerus. Komunitas asli Palembang yang biasa membuatnya telah banyak bergeser ke pinggiran kota.

Namun, warisan budaya ini tetap hidup lewat hidangan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyimpan kisah spiritual dan sejarah sosial yang panjang.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Ensklopedi Makanan Tradisional Indonesia, Kemenbudpar, 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X