Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menyatakan keberatan karena dampak ekonomi yang signifikan.
Dishub Banyuwangi mengusulkan sistem buka-tutup selama masa perbaikan di jalur Gumitir.
Harapannya agar jalur strategis penghubung Jember dengan Banyuwangi ini tetap dapat digunakan secara terbatas, terutama untuk mobilisasi kendaraan penting seperti ambulans, hingga logistik termasuk pengiriman bahan makanan dan BBM.
Usulan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa jalur alternatif tidak sepenuhnya memadai, terlebih waktu perjalanan yang ditempuh lebih lama sehingga menambah biaya akomodasi.
Hal ini tentu akan berdampak pada ekonomi di wilayah Banyuwangi hingga Bali.
Mendengar usulan tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak kepolisian dari Ditlantas Polda Jatim serta pihak terkait untuk berdiskusi membahas solusi terbaik yang mengutamakan keselamatan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Viral Pesta Meriah Rayakan Ulang Tahun 3 Kucing di Banyuwangi hingga Habiskan Dana 50 Juta! Ternyata Ada Alasan Mulia di Baliknya
Inilah Fakta dan Profil Singkat Firsta Yufi Amarta Putri, Pemenang Puteri Indonesia 2025 Asal Banyuwangi Jawa Timur
Gibran Audiensi Warga Terdampak Kasus Tukar Guling Lahan Sumberagung Banyuwangi, Menteri Kehutanan Janji Percepat Proses
5 Fakta Geografis Jember: Ternyata Lebih Luas dari yang Kamu Bayangkan, Salah Satu Kecamatannya Didominasi Kawasan Hutan
Hujan Berlangsung Dua Hari Berturut-Turut, Jembatan di Ledokombo Jember Rusak Diterjang Banjir
Libur Tahun Baru Islam 2025, Volume Penumpang Kereta Api di DAOP 9 Jember Tembus 45 Ribu