Banyak pelaku UMKM lokal di sektor kuliner, oleh-oleh, hingga penyedia jasa homestay yang turut merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan ini.
Pertumbuhan positif ini tentu menjadi kabar baik bagi sektor ekonomi lokal. Namun, peningkatan jumlah pengunjung juga menuntut kesiapan dalam hal pengelolaan lingkungan, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada kuantitas pengunjung, tapi juga pada kualitas pengalaman wisata.
Tantangan lain adalah menjaga agar momentum ini tidak hanya bersifat musiman. Dibutuhkan strategi berkelanjutan yang melibatkan komunitas, pelaku usaha lokal, serta stakeholder pariwisata agar Jember tetap menjadi pilihan utama wisatawan lokal di tahun-tahun mendatang.
Jika tren ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Jember akan naik level, bukan sekadar alternatif, tapi menjadi destinasi utama wisata domestik Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Anak Kos Wajib Tahu, Tempong Anak Kos Jember Buka 24 Jam: Sediakan Paket Ikan Asin dan Sambal Mulai Rp 10 Ribu!
5 Kecamatan dengan Kunjungan Puskesmas Tertinggi di Jember, Salah Satunya Tembus 23 Ribu Pengunjung
Kue Canelé Prancis yang Viral Ada di Jember! Ipel Bakes Tawarkan Kue Canele 4 Varian Rasa dan Tekstur Lembut ala Bika Ambon, Bikin Ngiler
Siap-Siap Dukung Timnas! Inilah Link Nonton dan 5 Lokasi Nobar Laga Indonesia vs Jepang di Jember, Salah Satunya di Videotron Alun Alun Nusantara
Tim URC Pemkab Jember Terus Tambal Jalan Rusak, Ketua Komisi C DPRD Ardi Pantau Pengerjaannya di Desa-Desa