SketsaNusantara.id - Jamu menjadi minuman tradisional Indonesia yang sudah ada sejak lama dan dikenal dengan manfaatnya karena menggunakan berbagai bahan alami.
Bahkan hingga saat ini di tengah majunya teknologi, jamu masih banyak diminati masyarakat, keberadaannya pun kerap dicari.
Menurut laman Portal Informasi Indoensia yang dikutip oleh SketsaNusantara.id, jamu umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang mengandung obat alami untuk membantu menjaga kesehatan.
Tradisi mengonsumsi minuman kesehatan ini diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi minuman yang cukup bersejarah.
Di Indonesia sendiri, jamu dikenal sebagai minuman herbal yang berkhasiat secara kesehatan.
Minuman tradisional ini mengandung berbagai tanaman herbal seperti kunyit, kencur, temulawak, dan bahan tanaman lainnya yang umum ditemukan di Indonesia.
Untuk proses pengolahannya, hanya membutuhkan sari dari tiap bahan dengan cara ditumbuk, atau cara lainnya.
Di era modern seperti sekarang, pengolahan jamu lebih mudah dilakukan dan mudah ditemukan.
Berbagai bahan yang digunakan untuk membuat minuman tradisional ini antara lain jahe, kayu manis, lengkuas, dengan tambahan perasa seperti gula jawa, serta jeruk nipis.
Artikel Terkait
17 Fakta Unik Batik yang Wajib Diketahui Gen Z, Bukan Sekadar Produk Budaya Asli Indonesia
Pasar Gede: Spot Kuliner Tradisional Khas Kota Solo dengan 3 Unsur Budaya, Destinasi Wisata Libur Tahun Baru 2025
Cuma Ada di Indonesia, Asal Mula Lontong Cap Go Meh, Makanan Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa, Apa Saja Isinya?
Pacul Ternyata dari Cina? Menguak Asal Usul Alat Pertanian Cangkul sebagai Jejak Akulturasi Budaya Tionghoa di Indonesia
Menelisik Berbagai Budaya Tanah Air Lewat Buku Budaya Nusantara dalam Cerita yang Diterbitkan oleh Komunitas Menulis Pondok Antologi Penulis Indonesia
Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?