Barangkali, sudut pandang tersebut Pak Margono dapatkan setelah dia sendiri pernah susah beberapa tahun silam sebelum kedainya seramai sekarang.
Pak Margono mulai menjalankan bisnis cilok ini sejak tahun 2019. Namun, pada saat itu dia masih berjualan dengan berkeliling membawa dagangannya di motor.
Hujan dan panas terik pun sudah sering Pak Margono tempuh demi mencari nafkah bagi anak dan istri. Pernah pula dia rasakan dagangannya sepi, bahkan hingga tak ada pembeli sama sekali.
Titik balik kesuksesan Pak Margono dimulai ketika dia mulai berjualan di depan Alfamart SPBU Pandanaran, Jiwo Wetan, Wedi, Klaten.
Saat itu, satu per satu pembeli mulai berdatangan hingga jualannya jadi laris manis dan Pak Margono punya cukup dana untuk membangun kios di sana.
Kini, produksi Cilok MG 06 pun bertambah hingga mencapai 2 kg/hari. Pak Margono pun turut sukses mengirimkan cilok-ciloknya ke berbagai kota. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
7 Fakta Menarik Dearly Djoshua, Pengusaha Kuliner yang Gandeng Ari Lasso di Nikahan Luna Maya: Gaya Hidup hingga Penampilan Awet Muda Curi Perhatian
Liburan Paket Lengkap di Dusun Bambu Bandung, Resort Mewah yang Tawarkan Wisata Kuliner, Outbound dan Sensasi Menginap di Pedesaan
Siap-Siap Ngiler! Intip 5 Rekomendasi Nasi Goreng Paling Enak di Surabaya, Cocok Jadi Jujugan Wisata Kuliner Malam yang Menggoda Tiada Dua
Nasi Goreng Dicampur dengan Bubuk Kopi, Gimana Rasanya? Warung Ini Tak Biasa, Kuliner Paling Unik di Surabaya, Sampai Pernah Masuk Televisi
Ngiler Maksimal! Yuk Coba Bakmie Maman, Kuliner Legendaris Bandung Sejak 1990 yang Buka sampai Subuh