Minggu, 19 Juli 2026

Momen Prabowo Bersulang dengan Emmanuel Macron Jadi Gunjingan, Ini Asal Usul Kebiasaan Toast di Negara Barat, Konon Dilakukan untuk Mengusir Iblis

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 30 Mei 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi - tradisi bersulang yang biasa dilakukan di negara Eropa saat peryaan atau jamuan makan malam kenegaraan (Freepik/Yuri Arcus Collection)
Ilustrasi - tradisi bersulang yang biasa dilakukan di negara Eropa saat peryaan atau jamuan makan malam kenegaraan (Freepik/Yuri Arcus Collection)

Di Yunani Kuno, tradisi bersulang dikaitkan dengan dewa Dionysus, dewa anggur dan pesta. Dalam budaya Romawi, bersulang juga menjadi simbol persatuan dan penghormatan kepada para dewa.

Dalam beberapa teori, bersulang dan berdentingnya gelas juga dipandang sebagai cara untuk menunjukkan kepercayaan dan keamanan.

Biasanya, tuan rumah minum terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa minuman yang dihidangkan tidak diracuni. Hal ini jadi kebiasaan penting di masa lampau lantaran racun sering digunakan untuk menghabisi musuh.

Seiring waktu, tradisi bersulang mulai berkembang di Eropa abad pertengahan sebagai bagian dari jamuan bangsawan dan mulai diikuti berbagai negara lain di Amerika dan Asia seperti China dan Korea Selatan.

Baca Juga: Canggih! Ini Sederet Keunggulan Teknologi di China yang Telah Resmi Luncurkan Internet 10G Super Cepat Pertama di Dunia: Indonesia Ketinggalan Jauh...

Mengangkat gelas dan mengucapkan doa atau harapan baik menjadi cara untuk mempererat ikatan sosial, menghormati tamu, atau merayakan kemenangan seperti yang biasa dilakukan saat perayaan Tahun Baru.

Dalam konteks modern, bersulang dalam acara diplomatik bertujuan untuk menunjukkan penghormatan kepada tamu negara, memperkuat hubungan bilateral, dan menciptakan suasana hangat dalam acara jamuan makan malam.

Minuman yang digunakan biasanya bervariasi. Negara-negara Eropa dan Amerika biasanya menyajikan anggur atau champagne, sementara di negara-negara dengan sensitivitas budaya atau agama menyajikan minuman non-alkohol.

Di Indonesia, momen bersulang Prabowo-Macron memicu perdebatan.
Sebagian warganet mempertanyakan penggunaan tradisi bersulang yang tak sesuai dengan budaya Indonesia.

Baca Juga: Disorot Publik! Momen Bersulang di Gala Dinner dengan Presiden Prancis, Isi dalam Gelas Jadi Gunjingan Netizen, Prabowo: Minuman untuk Kesehatan

Minuman dalam gelas yang menyerupai champagne juga jadi isu sensitif di negara mayoritas Muslim, apalagi Prabowo kala itu mengenakan peci yang disebut-sebut jadi simbol keagamaan Islam.

Kritik ini muncul karena tradisi bersulang dianggap kurang sesuai dengan nilai-nilai Timur, terutama dalam negara mayoritas Muslim seperti Indonesia.

Dalam diplomasi, bersulang adalah gestur universal yang melambangkan kebersamaan dan penghormatan.

Di banyak negara mayoritas muslim, tak menggunakan tradisi bersulang. Seperti Arab Saudi misalnya, mengiringi acara jamuan makan malam saat ada kunjungan kenegaraan dengan doa dan sekedar bertukar cindera mata sebagai simbol mempererat hubungan diplomatis antar negara.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X