Biasanya, petis kambing dinikmati dalam porsi kecil tanpa nasi. Perpaduan rasa gurih dari kuah dan sate bakar menciptakan rasa otentik yang sulit dilupakan.
Tak sedikit yang datang dari jauh hanya untuk mencicipi petis kambing khas Runting.
Penjualnya pun tetap mempertahankan resep warisan keluarga agar rasanya tidak berubah dari generasi ke generasi.
Saat banyak kuliner modern bersaing lewat tampilan, petis kambing justru menang karena rasa.
Warung-warung sederhana di pinggir jalan bisa dipadati mobil dinas dan motor petani dalam satu waktu, semua demi semangkuk petis kambing panas yang mengundang selera.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jejak Wali Songo Jadi Surga Tersembunyi di Pati, Ini 5 Rekomendasi Wisata Alam untuk Natal dan Tahun Baru 2025 di Jawa Tengah
4 Pengaruh Sunan Muria yang Membentuk Masyarakat Jawa Islam dari Jepara hingga Pati: Pernah Membuat Begal Bertobat
Naik Sebanyak Rp142 Ribu, UMK Pati 2025 Jadi yang Terendah ke-14 di Jawa Tengah, Kini Jadi Berapa?
VIRAL! Desa di Pati ini Hanya Dihuni 4 Rumah Saja, Seluruh Warganya Pergi Karena...
Liburan Asyik Cuma 15 KM Setelah Pusat Kota Pati, Surga Alam Tersembunyi Bisa Jadi Pelarian Sempurna dari Kebisingan