Kombinasi tersebut menghasilkan kuah santan yang tidak hanya gurih, tapi juga segar dan sedikit pedas.
Cara memasaknya dimulai dengan merebus tulang untuk menghasilkan kaldu. Setelah itu, masukkan sayuran dan bumbu secara bertahap. Santan kental ditambahkan belakangan agar kuah tidak pecah dan tetap lembut.
Tak perlu mewah untuk memuaskan lidah. Sego Tewel adalah bukti bahwa warisan kuliner sederhana bisa sangat membekas di hati.
Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan Sego Tewel tetap bertahan. Ia bukan hanya sarapan, tapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Pati.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pati Mencekam Lagi! Geger 2 Pemuda Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Sukolilo hingga 1 Orang Tewas, Begini Kronologinya
4 Rekomendasi Warung Nasi Gandul Asli Pati, Hanya Ada di Bumi Mina Tani
Jejak Wali Songo Jadi Surga Tersembunyi di Pati, Ini 5 Rekomendasi Wisata Alam untuk Natal dan Tahun Baru 2025 di Jawa Tengah
4 Pengaruh Sunan Muria yang Membentuk Masyarakat Jawa Islam dari Jepara hingga Pati: Pernah Membuat Begal Bertobat
Naik Sebanyak Rp142 Ribu, UMK Pati 2025 Jadi yang Terendah ke-14 di Jawa Tengah, Kini Jadi Berapa?