SketsaNusantara.id - Redaksi sedang dalam sebuah perjalanan yang cukup lama di Batam pada awal 2025, saat di hari itu kangen berat dengan masakan rumahan.
Di kepala mendadak berseliweran nasi putih, telur ceplok, ayam goreng, ikan goreng, dan berbagai masakan dengan bumbu dan olahan sederhana yang biasa dimasak ibu di rumah.
Meski sudah terbiasa berkelana ke berbagai tempat dan sangat menikmati banyak sajian lokal dan restoran-restoran yang terkenal di Batam, ternyata kerinduan akan masakan rumahan tidak pernah bisa terhindarkan.
Baca Juga: Jangan Cuma ke Sungai Kapuas, Ini 5 Tempat Wisata Ikonik di Pontianak yang Wajib Dikunjungi
Bersama dengan seorang rekan yang memang berprofesi sebagai pemandu wisata, penulis diajak ke kawasan Sungai Jodoh, Batu Ampar dan bertamu ke Rumah Makan Sunda Ibu Joko.
Berada di kawasan yang hiruk pikuk dengan berbagai kesibukan, Rumah Makan Sunda Ibu Joko berada di sela-sela perumahan dan deretan ruko.
Tempat yang diisi oleh minimarket, toko kelontong, toko peralatan rumah tangga, bahkan ada juga beberapa kantor yang mengundang banyak orang untuk hilir mudik.
Dengan kondisi seperti ini, Rumah Makan Sunda Ibu Joko, tidak bisa langsung terlihat dari jalanan besar.
Redaksi harus menyusur jalan di antara bangunan dan kesibukan tersebut untuk kemudian menemukan sebuah ruko besar di sebuah sudut dengan dinding berwarna hijau kuning.
Banyak sepeda motor sudah terparkir persis di depan rumah makan. Sementara tamu yang membawa mobil diarahkan ke sebuah lahan kosong yang cukup besar dan posisinya persis di depan rumah makan. Di sana ada seorang petugas yang sudah siap mengarahkan.
Datang di saat jam makan siang, penulis cukup kewalahan saat mencari tempat duduk termasuk saat harus bersabar dan menunggu antrian yang sudah mengular. Ini tentu saja membuktikan teori bahwa Rumah Makan Sunda Ibu Joko banyak sekali peminatnya.
Kesibukan luar biasa di dalam rumah makan pun langsung terlihat. Selain para petugas yang mondar-mandir mengisi wadah nasi dan aneka lauk, juga ada beberapa orang yang melayani pesanan minuman, pembayaran, dan lauk tambahan.
Saat mulai mendekat ke area khusus hidangan, penulis melihat banyak wadah besar yang tersusun rapi. Semua wadah ini berisikan aneka lauk yang sangat menyelerakan.
Mulai dari segala sumber protein (telur, ikan, udang, daging sapi, ayam) yang digoreng, dibakar, atau diolah dengan bumbu sederhana layaknya masakan rumahan.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Kuliner Khas Pontianak yang Wajib Dicoba, Ada Camilan Segar Pengusir Panasnya Matahari Khatulistiwa Loh!
Menelisik Berbagai Budaya Tanah Air Lewat Buku Budaya Nusantara dalam Cerita yang Diterbitkan oleh Komunitas Menulis Pondok Antologi Penulis Indonesia
Bakmi Roxy Cikini Jakarta, Lezat dan Nikmat meski Harus Berkipas-kipas Menahan Panas
Daya Tarik Pantai Batakan Baru: Keindahan Alam, Wahana Seru, dan Spot Glamping Hidden Gem di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan