2. Matahari Hanya Terbit Selama 8 Jam
Ada fenomena unik yang terjadi di Dusun Wotawati yaitu lamanya matahari yang menyinari dusun ini hanya sekitar 8 jam sehari.
Jika biasanya di daerah lain matahari akan terbit sejak pukul 06.00 atau bahkan 05.00, di sini matahari baru terbit pukul 08.00 dan akan terbenam pukul 15.00.
Fenomena ini rupanya terjadi karena letak geografis Dusun Wotawati yang diapit oleh dua gunung karst.
3. Desain Pagar ala Zaman Majapahit
Kampung adat yang berada di garis perbatasan wilayah Yogyakarta dengan Jawa Tengah ini memiliki keunikan pada bentuk pagarnya.
Pagar rumah warga memiliki desain yang merupakan akulturasi dari Majapahit dan Mataram.
Hal ini tampak dari bentuk pagar yang terbuat dari susunan bata merah dan semakin terlihat klasik seakan tengah berada di masa kerajaan Majapahit.
4. Akses Jalan Unik bak Labirin
Hal unik lainnya terlihat pada akses jalan yang ada di dusun Wotawati layaknya sebuah labirin yang tertata rapi.
Setiap dua sampai empat rumah warga terdapat akses jalan penghubung yang ternyata dulunya merupakan saluran drainase guna mencegah banjir.
Saluran jalan air tersebut rupanya merupakan terobosan dari pendahulu Dusun Wotawati, namun kini telah berubah fungsi dan digunakan sebagai akses jalan oleh warga setempat.
Artikel Terkait
Masih Aktif Setelah 100 Tahun! Salah Satu Pabrik Tertua di Jember Ini Jadi Penopang Ekspor Pertanian dan Perikanan di Bumi Pandhalungan
Siapa Istri Ki Hajar Dewantara? Mengenal RA Sutartinah yang Berjasa dalam Memajukan Pendidikan Wanita Indonesia, Satu Angkatan dengan RA Kartini?
Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara Memperingati Hardiknas 2025, Bapak Pendidikan Indonesia Pernah Jadi Santri hingga Diasingkan ke Belanda
Serunya 'Blusukan' di Pasar Ngasem Yogyakarta, Menikmati Kuliner Tradisional di Bekas Pasar Burung Berusia 200 Tahun Lebih
Sampai Kedatangan Chef Terkenal dari Indonesia! Intip Warung Kuliner Legendaris di Surabaya, Sajikan Lontong Kupang yang Enak dan Tidak Amis