Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Pujian! Inilah Rejo Arianto, Sosok di Balik Pembuatan Tugu Biawak Wonosobo dari Dana Patungan Warga, Karyanya Didaftarkan HAKI oleh Kemenkumham

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 April 2025 | 15:07 WIB
Potret Rejo Arianto dan timnya pembuat Tugu Biawak yang jadi daya tarik baru di Wonosobo dan didaftarkan HAKI oleh Kemenkumham Jateng sebagai karya seniman lokal yang membanggakan (Instagram/studiorejoarianto)
Potret Rejo Arianto dan timnya pembuat Tugu Biawak yang jadi daya tarik baru di Wonosobo dan didaftarkan HAKI oleh Kemenkumham Jateng sebagai karya seniman lokal yang membanggakan (Instagram/studiorejoarianto)

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @studiorejoarianto, Mas Ari juga mengunggah proses membangun Tugu Biawak Wonosobo yang kini ramai jadi destinasi baru wisatawan.

Tak hanya warga Jawa Tengah, bahkan ada masyarakat yang dari Papua dan Sumatera ikut menyaksikan sendiri Tugu Biawak dan mengabadikannya dalam sebuah foto.

Untuk menciptakan patung yang realistis, Rejo bahkan memelihara biawak di rumahnya guna mempelajari anatomi, gerak-gerik, dan karakter hewan tersebut.

Baca Juga: Pintu Langit Sky View Dieng, Destinasi Instagramable dengan Pesona Golden Sunrise di Wonosobo

Pendekatan ini menghasilkan detail luar biasa, dari tekstur sisik hingga ekspresi wajah biawak, yang membuat banyak orang terkecoh mengira patung itu hidup.

Rejo dikenal sebagai pribadi rendah hati, santai, namun serius dalam berkarya. Ia menyebut bahwa mahakarya ini merupakan hasil kerja keras yang dibangun dengan bantuan tenaga dan pikiran dari warga serta dukungan dari Bupati Wonosobo.

"Prinsipnya apa yang kami bisa sebaik mungkin akan dilakukan, dikasih dana seadanya apalagi mendapat dukungan dari Pak Bupati saya sangat senang sekali mendapat respon positif dan banyak yang suka," kata Mas Ari dalam video wawancara yang diunggah akun @virall.sekali pada hari Rabu, 23 April 2025.

"Niatannya memang saya ingin membantu Wonosobo bukan dilihat dari nominalnya tapi apa yang saya bisa berikan untuk memajukan wilayah ini," tuturnya.

Baca Juga: Seperti di Luar Negeri! Swiss Van Java di Wonosobo, Petualangan Eksotis di Jantung Jawa Tengah

Warganet memuji sikapnya yang amanah dan menyebut tugu biawak karyanya mampu menciptakan karya sekelas "Patung Liberty" jika diberi anggaran besar.

Rejo menerima proyek Tugu Biawak dengan motivasi utama untuk memajukan Wonosobo. Baginya, proyek ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi sumbangsih untuk "Ibu Pertiwi".

Ia bahkan rela berutang di awal proyek karena keterbatasan dana, menunjukkan komitmennya yang tulus membangun kampung halamannya sekaligus ingin membuktikan bahwa karya seni berkualitas tidak harus mahal.

Baca Juga: Mengenal 3 Pahlawan Perempuan pada Tugu 3 Wanita Pejuang Jepara, Ada Patung RA Kartini yang Memegang Buku!

Selain itu, Rejo melihat tugu ini sebagai cara untuk mengangkat identitas lokal Desa Krasak, yang dikenal sebagai habitat biawak.

Patung yang dibangun dalam waktu 1,5 bulan ini menjadi simbol kekayaan hayati dan kebanggaan masyarakat Wonosobo.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @studiorejoarianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X