Minggu, 19 Juli 2026

Jadi Objek Wisata Religi Ternama, Inilah 4 Makam Wali di Jember Provinsi Jawa Timur, Jarang Sepi Peziarah

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 April 2025 | 13:00 WIB
Makam KH. Muhammad Shiddiq salah satu situr wisata religi di Jember Jawa Timur. (Instagram/@fahmi_al.aydarus)
Makam KH. Muhammad Shiddiq salah satu situr wisata religi di Jember Jawa Timur. (Instagram/@fahmi_al.aydarus)

1. Makam KH. Muhammad Shiddiq

Makam KH. Muhammad Shiddiq berlokasi tidak jauh dari Masjid Roudhotul Muchlisin, tepatnya berada di Jalan Gajah Mada, Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur.

Makam tersebut diketahui telah ada sejak tahun 1934 dan Kini menjadi salah satu makam termasyhur se-Jember Jawa Timur.

KH. Muhammad Shiddiq sendiri merupakan tokoh ulama besar yang turut berperan dalam proses berdirinya NU.

Hal ini diketahui dari perjalanan KH. Hasyim Asy'ari sebelum mendirikan NU, ia diketahui meminta restu kepada beberapa ulama masyhur, yang salah satunya adalah KH. Muhammad Shiddiq.

KH. Muhammad Shiddiq juga menjadi tokoh ulama yang disegani oleh masyarakat Jember karena memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan Islam.


2. Makam KH. Ahmad Hafiduddin atau Mbah Hafid Nogosari

Makam Mbah Hafid terletak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Mbah Hafid merupakan sosok pemuka agama yang tawadhu sekaligus disiplin dalam agama, terutama dalam hal menjaga wudhu dan sholat berjamaah.

Mbah Hafid Nogosari juga diceritakan memiliki banyak karomah, banyak masyarakat tertarik dengan sosoknya dan berkunjung ke makamnya.

Menariknya, Makam Mbah Hafid bikan hanya dikunjungi atau diziarahi oleh masyarakat biasa.

Banyak kalangan habib, ulama, kyai, hingga non-muslim yang berkunjung ke makam tersebut.

3. Makam Syekh Haji Muhammad Nur

Makam Syekh Haji Muhammad Nur berlokasi di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. provinsi Jawa Timur.

Syekh Haji Muhammad Nur adalah pendiri pondok pesantren Nahdlatul Arifin yang berada di Kemuningsari pada sekitar tahun 1900 Masehi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X