SketsaNusantara.id - Padang Bulan merupakan salah satu tembang dolanan yang populer dan masih dilestarikan masyarakat Jawa.
Lagu anak-anak yang biasanya dinyanyikan di sekolah atau festival budaya ini ternyata memiliki sejarah unik yang merupakan karya salah satu Wali Songo yakni Sunan Giri.
Dulu, lagu ini digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara. Seperti halnya tembang karya Sunan Giri lainnya, "Padang Bulan" tidak sekadar lagu hiburan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.
Lantas, bagaimana sejarah lagu Padang Bulan dan apa makna yang terkandung dalam lagu ini?
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs pondok pesantren Tebu Ireng, Lagu Padang Bulan diciptakan pada abad ke-15.
Sunan Giri dikenal sebagai seorang ulama yang menggunakan pendekatan budaya dalam menyebarkan ajaran Islam.
Salah satu caranya adalah dengan menciptakan lagu-lagu yang mudah diingat oleh anak-anak, sehingga ajaran Islam dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan.
Sebagai media dakwah, lagu Padang Bulan mengandung makna religius untuk mengajak seluruh umat manusia bersyukur atas keindahan alam yang diberikan Tuhan yang Maha Kuasa.
Penuh makna, lagu ini juga menunjukkan rasa syukur dengan menggunakan waktu sore hingga malam hari untuk beribadah.
Dalam bahasa Jawa, "Padang Bulan" berarti "Terang Bulan". Lagu ini menggambarkan kedatangan Islam yang diibaratkan seperti cahaya bulan yang menerangi kegelapan.
Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik
Islam memberikan pencerahan bagi kehidupan manusia agar tidak tersesat dalam kesalahan dan kebodohan.
Artikel Terkait
Lebaran 2025 di Yogyakarta? Ini 5 Tempat Wisata yang Harus Masuk dalam Daftar Destinasi
10 Lokasi Nyaman untuk Sholat Ied Idul Fitri di Sleman Yogyakarta pada 31 Maret 2025
Dewi Persik Mudik ke Jember, Bupati Gus Fawait Ajak Cicipi Duren hingga Minta Anak Muda Angkat Potensi Daerah
10 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan Bahasa Jawa Kromo Inggil, Halusnya Mengalahkan Sutra
15 Kelakuan Kocak Masyarakat Indonesia Saat Mudik ke Kampung Halaman, Jor-joran Bikin Slogan Lucu Curahan Hati di Jalan
Warga Muslim di Suger Kidul Jember Gelar Sholat Idul Fitri Lebih Awal