Dalam bahasa Jawa, santen dikaitkan denga kata "pangapunten" yang berarti permohonan maaf.
Tak heran jika dalam lebaran ada pepatah Idul Fitri yang berbunyi, "Mangan kupat nganggo santen, menawi lepat nyuwun pangapunten lahir batin," artinya "makan ketupat pakai santan, kalau ada salah mohon mohon maaf lahir dan batin).
Hingga kini, ketupat juga menjadi bagian dari perayaan upacara selametan masyarakat Muslim maupun Hindu.
Seperti dalam upacara Sekaten di Yogyakarta dan Grebeg Mulud di Cirebon hingga upacara masyarakat keraton di Ubud, Bali yang juga menyajikan ketupat di acara tersebut.
Baca Juga: Antimainstream! Ini 6 Ide Menarik Pengganti Uang Sebagai Angpau Lebaran Idul Fitri untuk Para Bocil
Sementara itu, Lebaran sebagai sebutan lain dari Hari Raya Idul Fitri juga mengadaptasi dari kata "lebar" dan "leburan".
Maknanya adalah agar semua orang membuka membuka lebar-lebar pintu ampunan setelah bermaaf-maafan pada momen peleburan dosa di hari kemenangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kapan Perayaan Maulid Nabi Pertama di Nusantara? Ternyata Ada Peran Wali Songo dengan Sunan Kalijaga sebagai...
Dikenal Sebagai Sosok Wali Songo Penyebar Islam di Jawa, Inilah 4 Ilmu Kanuragan yang Dimiliki Sunan Kalijaga
Amalan Sunan Ampel, Kyai Hasyim Asy'ari, hingga Gus Dur untuk Pembuka Aliran Rezeki yang Deras
Mengulik Uniknya Sejarah Pecel, Lambang Kesederhanaan dan Perjalanan yang Punya Ikatan Kisah dengan Sunan Kalijaga
Jejak Ulama Cina Guru Sunan Kudus, Ada Legenda Masjid Tiban yang 'Turun dari Langit'