Namun para pendiri dan perintis dakwah di Kampung Jogokariyan sepakat untuk menamai masjid ini dengan nama Masjid Jogokariyan.
Masjid ini pun diresmikan pada bulan Agustus 1967 oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Masjid ini pernah direnovasi beberapa kali hingga kini terdiri dari bangunan 3 lantai dan menelan dana Rp2,1 miliar.
Kehadiran masjid ini pun diharapkan dapat menyatukan masyarakat Jogokariyan yang sebelumnya sempat berkonflik lantaran perbedaan agama dan gerakan politik.
Fakta menarik lainnya, Masjid Jogokariyan memiliki logo yang terdiri dari 3 bahasa yakni Arab, Jawa dan Indonesia.
Masjid yang buka selama 24 jam ini pun sering dijadikan sebagai salah satu tempat wisata religi di Yigyakarta.
Masjid ini bahkan menyediakan tempat penginapan dengan fasilitas yang cukup lengkap.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Ada Apa 9 Februari 2025? Intip Sejarah Hari Pers Nasional, Rentetan Peristiwa Penting Ini Jangan Sampai Dilupakan
Ditetapkan Sejak Orde Baru, Inilah Asal Mula Sejarah dan Makna Peringatan Hari Pers Nasional yang Diperingati Tiap 9 Februari
Tidak Setenar Wali Songo, Ada Jejak Wali Nukbah yang Menjadi Jaringan Ulama Tersembunyi di Balik Sejarah Islam Nusantara, Siapa Saja?
Perjalanan Sejarah Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Siapa Tjahai Chui Mie? Sosok Perempuan Tiongkok Pertama dalam Sejarah yang Menjabat Sebagai Walikota di Indonesia
Merawat Ingatan, Menanam Semangat: Ketika Sejarah Dihidupkan di Layar dan Panggung Unipdu Jombang