SketsaNusantara.id - Kisah pilu Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang akhirnya meninggal dunia setelah curhatannya viral di media sosial, terus menjadi perhatian publik.
Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan karena unggahannya di Threads dibanjiri komentar negatif dari sejumlah oknum tenaga kesehatan, berbagai kalangan ikut menyuarakan keprihatinan mereka.
Salah satunya datang dari aktris sekaligus aktivis sosial Cinta Laura Kiehl.
Melalui akun instagram pribadinya, aktris keturunan Jerman-Indonesia itu mengunggah tulisan panjang yang tidak hanya menyoroti kasus Yurizal, tetapi juga mengajak publik memandang persoalan tersebut dengan mentoroti soal empati, akuntabilitas, dan kesetaraan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Cinta melihat perhatian publik selalu terpaku pada siapa yang salah. Ia pun mempertanyakan sebagian tenaga kesehatan, yang memandang pasien BPJS seolah layak menerima perlakuan berbeda hanya karena menggunakan jaminan kesehatan dari negara.
"Setiap kali kasus seperti ini viral, pembahasannya langsung berputar di satu pertanyaan: siapa yang salah dan siapa yang benar. Menurut aku, justru itu bukan pertanyaan yang paling penting," tulis Cinta dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @claurakiehl pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
"Pertanyaan yang sebenarnya lebih penting adalah kenapa begitu banyak orang Indonesia, termasuk tenaga kesehatan, sering merasa bahwa pasien kadang layak ditelantarkan hanya karena menggunakan BPJS?" ujarnya.
Menurut Cinta, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dan terbentuk dari pengalaman pasien yang merasa tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.
"Tingkat ketidakpercayaan publik seperti ini enggak muncul dalam semalam. Ini terbentuk dari cerita-cerita yang terus bermunculan selama bertahun-tahun, ada yang terverifikasi, ada yang tidak, tentang pasien dan keluarganya yang merasa diabaikan di saat mereka paling membutuhkan pertolongan," tuturnya.
Dalam unggahannya, Cinta Laura juga menegaskan sejumlah pihak harus ikut bertanggungjawab dan menuntut adanya transparansi.