showbiz

Pantang Nyerah! Komika Mega Salsabila Terus Aktif Unggah Konten Satir Usai Rumahnya Sempat Didatangi Aparat, Pesannya untuk Polisi Jadi Sorotan

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:30 WIB
Potret komika Mega Salsabila kembali unggah konten satir memasak yang menyoroti kondisi sosial sekaligus sindiran bagi koruptor dan fenomena buzzer di tanah air (Instagram/mega_salsabillah)

SketsaNusantara.id - Komika Mega Salsabila tampaknya tak berhenti menyuarakan kritik melalui konten satire di media sosial. Belum lama ini, Mega sempat kejutkan publik setelah menceritakan kejadian saat rumahnya didatangi sejumlah petugas yang mengaku dari Polda Metro Jaya usai unggahan konten satir yang menyinggung soal penggeledahan rumah Jampidsus Febrie Adriansyah.

Meski begitu, Mega pantang menyerah dan kembali mengunggah konten satir yang menyoroti kondisi sosial saat ini sambil menyisipkan kritik terhadap pemerintah.

Dalam unggahan Instagramnya, Mega menanggapi kritik warganet yang meminta ia agar mengungah konten yang "aman" tanpa menimbulkan kegaduhan di media sosial.

Ibu 3 anak itu lantas mengunggah konten memasak, namun dengan narasi yang yang dipadukan dengan berbagai analogi sebagai sindiran terhadap para koruptor, sekaligus menyoroti peran kritik publik hingga fenomena buzzer di media sosial.

Baca Juga: Viral! Komika Mega Salsabila Panik Didatangi Polisi usai Unggah Konten Satir Pasca Penggeledahan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Ini Kronologinya

Dalam video berdurasi 1,5 menit, Mega menggunakan berbagai bahan makanan sebagai metafora dalam konten masakannya. Ia mengumpamakan bawang merah sebagai koruptor jahat dan bawang putih sebagai orang baik yang berusaha memperbaiki keadaan.

"Mega, bisa gak sih lu bikin konten yang aman-aman aja? Konten yang aman? Hah! Bisa!," ucapnya dalam unggahan di akun Instagram @mega_salsabillah sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

"Pertama-tama, kita panasin minyak. Terus, masukin koruptor. Penjahat, masukin tuh ke dalam minyak panas. Dikocok-kocok-kocok, diaduk-aduk-aduk-aduk sampai dia melepuh. Sampai dia merasa nyaman di dalam panas itu. Syukurin lu, bawang (merah) jahat," ucapnya.

"Abis itu, masukin orang baik untuk merubah dari dalam. Dimasukin ke kolam yang sama, sampai kita gak tau nih mana yang baik, mana yang jahat nih," lanjutnya.

Mega juga ikut memasukkan narasi pengkritik dari rakyat biasa hingga cendikiawan yang ikut bantu mencari solusi dalam permasalahan yang dihadapi pemerintah meski kadang masukan tersebut tidak mendapat respons baik dari pemerintah.

Baca Juga: Satir, Ajeng Kamaratih Tanggapi Instruksi Presiden Prabowo soal Belajar Bahasa Prancis di Indonesia, Singgung soal Rupiah hingga 'Janji Tanpa Aksi'

Dalam unggahannya, ia menganalogikan tomat dalam masakannya sebagai masyarakat biasa yang tak punya kekuatan dan kerap menanggung beban akibat kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.

Mega juga mengumpamakan irisan ayam dan telur sebagai pengkritik dan cendikiawan atau para pakar yang ikut peduli memberikan solusi dalam permasalahan yang ramai disorot publik.

"Karena sudah menyatu (koruptor dan orang baik) setelah itu masuk orang yang biasa-biasa aja. Dia Kagak jahat, kagak baik, tapi gak berfungsi apa-apa. Kagak tau dia harus ngapain. Kagak punya power juga kok," ujar Mega sambil melanjutkan konten memasak.

Halaman:

Tags

Terkini