SketsaNusantara.id - Video klarifikasi Sarwendah terkait potongan video live yang viral masih menjadi perhatian publik.
Sejumlah pengamat komunikasi turut membahas video permintaan maaf mantan istri Ruben Onsu tersebut.
Salah satunya yakni analisis dari Kirdi Putra, pakar komunikasi dan analisis perilaku yang di unggah di kanal YouTube Reyben Entertainment.
Dalam analisisnya, Kirdi Putra menyoroti sejumlah aspek verbal maupun non-verbal yang muncul selama Sarwendah menyampaikan klarifikasi.
Sebelumnya, Sarwendah mengunggah video klarifikasi terkait potongan video live-nya yang viral dan diduga menyinggung besaran nafkah dari Ruben Onsu.
Pada 5 Juni 2026 lalu, Sarwendah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka lewat video klarifikasi yang diunggah di akun Instagramnya.
Dalam video klarifikasinya, Sarwendah mengakui bahwa ucapannya telah menimbulkan kegaduhan dan meminta maaf kepada berbagai pihak, termasuk keluarga, anak-anak serta para penggemarnya.
Namun menurut pengamatan pakar tersebut, ada beberapa indikator yang menjadi perhatian saat menganalisis isi dan penyampaian permintaan maaf tersebut.
Baca Juga: Usai Video Permintaan Maaf Sarwendah Viral, Kini Muncul Dugaan Buzzer Berbayar Rp350 per Komentar
Soroti Tiga Unsur dalam Permintaan Maaf
Menurut Kirdi, sebuah permintaan maaf yang tulus umumnya memiliki tiga unsur utama yakni menyebut siapa yang meminta maaf, kepada siapa permintaan maaf ditujukan dan kesalahan apa yang menjadi alasan permintaan maaf tersebut.
Ia menilai Sarwendah memang menyebut dirinya sebagai pihak yang meminta maaf.
Namun, menurut pengamatannya, tidak ada penyebutan secara spesifik mengenai pihak yang menjadi sasaran dari ucapan yang dipersoalkan publik.