SketsaNusantara.id - Polemik yang mengiringi video permintaan maaf Sarwendah Tan belum menunjukkan tanda mereda. Setelah unggahannya menjadi perhatian publik, kini muncul isu baru yang ramai dibahas pengguna media sosial.
Nama mantan personel Cherrybelle itu dikaitkan dengan dugaan penggunaan buzzer untuk membangun sentimen positif di kolom komentar. Dugaan tersebut berkembang setelah beredar tangkapan layar yang disebut berisi tarif dan arahan komentar bagi para buzzer.
Bocoran tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Tak sedikit warganet yang ikut memberikan tanggapan terkait isi dokumen yang beredar tersebut.
Dalam tangkapan layar yang ramai dibagikan, terlihat keterangan bertuliskan "Like+Komen Positif" dengan nilai bayaran Rp350 untuk setiap komentar yang dibuat. Selain nominal, beredar pula contoh narasi yang disebut harus digunakan oleh para pemberi komentar.
Beberapa kalimat yang beredar di antaranya berisi dukungan dan apresiasi terhadap langkah permintaan maaf yang dilakukan Sarwendah. Narasi tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan karena dinilai memiliki pola yang seragam.
Isu itu semakin ramai setelah banyak pengguna media sosial membagikan ulang tangkapan layar yang sama. Berbagai komentar pun bermunculan, mulai dari mempertanyakan kebenaran informasi tersebut hingga menyoroti nominal honor yang disebutkan.
Sebagian warganet menganggap nilai bayaran yang beredar relatif kecil. Hal itu kemudian memicu beragam sindiran yang ramai dibahas di platform X.
“Perak? Idih, najis banget. Katanya, Sarwendah bisa menghasilkan Rp200 juta dalam 30 menit, tapi pakai buzzer untuk bisa dapat komentar positif. Wen, Wen, pantes lo dikeluarin dari Cherrybelle dulu,” kata akun X @de***llu.
Komentar lain juga mempertanyakan mekanisme pembayaran yang disebut hanya bernilai ratusan rupiah untuk setiap komentar yang dibuat. Beberapa pengguna bahkan mengaitkannya dengan biaya administrasi yang mungkin muncul saat pencairan dana.
Selain menyoroti besaran honor, sebagian pengguna media sosial mempertanyakan alasan munculnya dugaan penggunaan buzzer tersebut. Mereka menilai video permintaan maaf seharusnya dapat diterima publik tanpa perlu dukungan komentar yang terorganisasi.
Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang menyoroti perubahan suasana di kolom komentar unggahan Sarwendah. Mereka mengaku melihat perbedaan antara respons awal dan kondisi beberapa jam setelah video tersebut diunggah.
“Pas awal-awal dia upload di Fb banyak yang menghujat video permintaan maafnya. Tapi beberapa jam kemudian, eh tiba-tiba komentar julidnya hilang dan banyak komen yang muji-muji,” kata akun @plu***to.
Artikel Terkait
Viral Video Giorgino Antonio Memangku Anak-Anak Sarwendah, Netizen Soroti Kedekatan yang Dinilai Melewati Batas
Sikap Dewasa Betrand Peto Dipuji di Tengah Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah yang Kian Memanas, Pesannya untuk Giorgio Antonio Jadi Sorotan
Polemik dengan Sarwendah Belum Reda, Ruben Onsu Tulis Pesan Tajam soal Kebaikan yang Tak Lagi Dianggap
Setelah Video Sarwendah Viral, Unggahan Betrand Peto Jadi Sorotan, Isinya Diduga Menjawab Ramainya Polemik Ruben Onsu
Ruben Onsu Merasa Asing dengan Kedua Putrinya, Polemik Baru Muncul Usai Video Sarwendah Viral di Media Sosial