showbiz

Heboh Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, MCI Diserbu Netizen hingga Diminta Dibubarkan, Ini Klarifikasi Lengkapnya

Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:00 WIB
Potret dr. Richard Lee yang disebut ingin pamit dan istirahat sejenak dari sosial media. Ingin fokus pada kesehatan dan proses hukum. (Threads/dr.richard_lee)

SketsaNusantara.id - Polemik pencabutan sertifikat mualaf dokter Richard Lee ternyata ikut menyeret nama Mualaf Center Indonesia (MCI).

Meski mengaku tidak terlibat dalam persoalan tersebut, lembaga itu justru menjadi sasaran amarah netizen di media sosial.

Gelombang komentar negatif hingga pesan langsung bernada tudingan disebut mulai ramai masuk ke akun resmi MCI. Situasi itu muncul setelah publik mengaitkan sosok yang mencabut sertifikat Richard Lee dengan kepengurusan lembaga tersebut.

Baca Juga: Viral Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Akhirnya Buka Suara

Ketua Umum MCI, Fandy W. Gunawan, mengatakan lembaganya merasa perlu memberikan penjelasan kepada publik. Ia menyebut banyak masyarakat yang salah memahami duduk perkara sebenarnya.

"Secara dampak di Mualaf Center Indonesia kita akhirnya dikaitkan dengan berita itu dan kita lihat di media massa banyak pro dan kontra. Kami merasa perlu memberikan klarifikasi bahwasanya tidak ada keterkaitan dari kejadian kemarin dengan MCI," ungkap Fandy di kantornya kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan belum lama ini.

Menurut Fandy, tudingan yang muncul di media sosial mulai mengarah langsung kepada lembaga yang dipimpinnya. Padahal, ia menegaskan polemik pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tidak dilakukan oleh tim MCI.

Baca Juga: Richard Lee Tak Tinggal Diam usai Dituduh Mualaf demi Kepentingan Pribadi, Kuasa Hukum Bicara Fitnah Keji

Ia mengatakan akun resmi MCI menerima banyak pesan langsung atau DM bernada negatif. Beberapa di antaranya bahkan meminta agar lembaga tersebut dibubarkan.

Fandy mengungkapkan bahwa situasi itu cukup mengejutkan bagi pengurus MCI di berbagai daerah. Ia menyebut sejumlah tim di provinsi lain juga ikut menanyakan persoalan tersebut kepadanya setelah kabar itu ramai dibahas publik.

"Ada beberapa yang langsung mengatakan bubarkan saja Mualaf Center Indonesia, terus juga mengatakan kami bikin kegaduhan, padahal hal-hal ini tidak dilaksanakan oleh tim MCI," tutur Fandy.

MCI menilai kegaduhan di media sosial muncul akibat kesalahpahaman masyarakat terhadap pihak yang terlibat dalam polemik tersebut. Nama lembaga itu kemudian ikut terbawa karena publik mengira pelaku pencabutan sertifikat masih menjadi bagian dari kepengurusan mereka.

Fandy menegaskan pihaknya baru mengetahui persoalan itu setelah pemberitaan ramai muncul di media massa. Ia juga memastikan MCI tidak memiliki keterkaitan dengan tindakan pencabutan sertifikat yang memicu perdebatan publik.

Dalam beberapa hari terakhir, polemik terkait status mualaf Richard Lee memang menjadi perhatian luas di media sosial. Perdebatan muncul setelah kabar pencabutan sertifikat tersebut beredar dan memancing pro serta kontra dari masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini