Pada akhirnya, rasa "ngeri" yang dirasakan sebagian orang bukan sekadar efek visual biasa, melainkan hasil dari konsep yang matang dengan menggabungkan psikologi, seni, dan kritik sosial dalam satu tampilan yang sederhana, namun membekas.
Poster tersebut dirancang untuk memancing reaksi emosional yang kuat dari penderita trypophobia maupun penonton umum, selaras dengan atmosfer horor yang dihadirkan dalam film.
Meski terlihat mengerikan, banyak yang tertarik dan pergi ke bioskop untuk melihat langsung film Ghost in the Cell.
Hal ini bukan hanya menunjukkan kepiawaian tim produksi mempromosikan Ghost in the Cell, tapi bagaimana penonton berhasil menghadapi ketakutan mereka sendiri dengan melihat visual mengerikan dalam film tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!