Pada akhirnya, rasa "ngeri" yang dirasakan sebagian orang bukan sekadar efek visual biasa, melainkan hasil dari konsep yang matang dengan menggabungkan psikologi, seni, dan kritik sosial dalam satu tampilan yang sederhana, namun membekas.
Poster tersebut dirancang untuk memancing reaksi emosional yang kuat dari penderita trypophobia maupun penonton umum, selaras dengan atmosfer horor yang dihadirkan dalam film.
Meski terlihat mengerikan, banyak yang tertarik dan pergi ke bioskop untuk melihat langsung film Ghost in the Cell.
Hal ini bukan hanya menunjukkan kepiawaian tim produksi mempromosikan Ghost in the Cell, tapi bagaimana penonton berhasil menghadapi ketakutan mereka sendiri dengan melihat visual mengerikan dalam film tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Apa Itu Agartha? Ini 5 Mitos dan Legenda Salah Satu Nama Entitas di Serial Joko Anwar Nightmares and Daydreams
Joko Anwar akan Rilis Film Baru, Non Horor, Netizen Bocorkan Judul Cerita
Film Siksa Kubur Tayang di Netflix, Joko Anwar Bagikan Tips Cara Nonton dengan Sensasi Berbeda
Gak Ada Serem-Seremnya Sama Sekali, Intip Tempat Tinggal Joko Anwar yang Jadi Sorotan Usai Berebut Ingin Beli Rumah Horor di Medsos
Joko Anwar Soroti Video Viral Wanita Ngamuk Usai Terciduk Rekam Film di Bioskop, Ini Sanksi Pidana Ambil Gambar saat Pemutaran Film
8 Fakta Menarik 'Pengepungan di Bukit Duri', Film Joko Anwar Paling Horor dibintangi Morgan Oey dan Omara Esteghlal Sukses Tembus 1 Juta Penonton!