Jumat, 12 Juni 2026

Apa itu Trypophobia yang Dikaitkan dengan Film Ghost in the Cell? Karya Terbaru Joko Anwar Bikin Merinding, Ternyata Ada Makna Mendalam di Baliknya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 23 April 2026 | 08:30 WIB
Poster Ghost in Cell memunculkan gambaran mengerikan yang memunculkan tripofobia, namun punya pesan dan makna mendalam (Instagram/comeandseepictures)
Poster Ghost in Cell memunculkan gambaran mengerikan yang memunculkan tripofobia, namun punya pesan dan makna mendalam (Instagram/comeandseepictures)

Banyak penonton yang mengaku gelisah melihat film Ghost in the Cell yang memperlihatkan gambaran hantu dengan 'muka bolong' tak biasa hingga memicu tripofobia.

Penggunaan visual 'bolong-bolong' pada poster Ghost in the Cell ternyata bukan tanpa alasan. Joko Anwar secara sadar menghadirkan elemen tersebut sebagai bagian dari konsep artistik sekaligus pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Baca Juga: Joko Anwar Menerima Penghargaan ‘Ksatria’ dari Pemerintah Prancis Atas Dedikasinya di Bidang Seni dan Budaya

Dalam video wawancara yang diunggah di akun instagram @comeandseepictures, sutradara berusia 50 tahun itu menjelaskan bahwa sosok "hantu" dalam film terbarunya ini sebenarnya merepresentasikan sesuatu yang tidak dipahami manusia.

"Kita sering melabeli sesuatu sebagai hantu. Kalau ada sesuatu yang kita tidak pahami, kita sering melabelinya sebagai ancaman," ujarnya.

Dari sinilah, konsep visual poster dibangun. Bukan sekadar menciptakan gambaran mengerikan untuk menakut-nakuti, tetapi juga sebagai menyampaikan pesan filosofis mendalam.

Poster Ghost in the Cell menggambarkan muka dengan pola lubang yang menampilkan wajah orang-orang dalam film yang terlihat seperti wajah berlubang dari kejauhan.

Baca Juga: Netizen Menilai Presiden Prabowo Subianto 'Civil Phobia' Usai Singgung Demo Indonesia Gelap hingga Tolak RUU TNI yang Diduga Bayaran, Apa Artinya?

Visual tersebut merupakan gambaran metafora sistem sosial. Pola lubang-lubang kecil diibaratkan sebagai sistem yang tampak rapi, tetapi sebenarnya rapuh atau bermasalah di dalamnya.

Poster tersebut juga seolah menjadi simbol ketakutan manusia. Visual tersebut mencerminkan bagaimana manusia sering merasa takut terhadap hal yang tidak dipahami.

Menariknya, Joko Anwar mengungkapkan bahwa dirinya dan tim produksi termasuk produser Tia Hasibuan memiliki sensitivitas terhadap pola trypophobia. Penggunaan visual ini menjadi bentuk konfrontasi untuk menghadapi ketakutan mereka sendiri.

Visual muka 'bolong-bolong' membangun horor psikologis yang memicu rasa tidak nyaman dan jijik pada penonton, mencerminkan kengerian dari hantu yang sebenarnya berkaitan dengan label negatif manusia.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik 'Pengepungan di Bukit Duri', Film Joko Anwar Paling Horor dibintangi Morgan Oey dan Omara Esteghlal Sukses Tembus 1 Juta Penonton!

Lubang-lubang dalam poster juga seolah menjadi simbol ketidakpastian, menggambarkan sesuatu yang tidak dipahami oleh manusia, menciptakan rasa teror psikologis sebelum penonton menyaksikan filmnya.

Dengan pendekatan tersebut, poster Ghost in the Cell tidak hanya berfungsi sebagai materi promosi, tetapi juga bagian dari pengalaman horor yang ingin dibangun sejak pertama kali dilihat.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @Comeandseepictures

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X