SketsaNusantara.id – Film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar terus menjadi perbincangan publik. Menyajikan kisah dan konsep yang unik, film ini berhasil meraih kesuksesan dengan meraih 1 juta penonton di hari ke-6 penayangannya.
Ghost in the Cell merupakan sebuah tontonan horor-komedi tentang ketakutan, rasa bersalah, dan perjuangan untuk bertahan hidup, menggambarkan orang-orang yang merasa terpenjara di manapun mereka berada.
Banyak penonton menilai dialog dan adegan dalam film ini sebagai cerminan "horornya hidup sebagai WNI" yang terasa sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.
Menuai banyak pujian, Ghost in the Cell sudah mencetak prestasi sebelum rilis resmi di bioskop, sebagai film Indonesia pertama yang akan tayang di 86 negara.
Namun, di tengah kesuksesan tersebut, perhatian publik ramai tertuju pada poster dan adegan dalam film yang dinilai "mengganggu secara visual".
Banyak warganet mengaku merasa merinding saat melihat desain kepala hantu dengan pola lubang-lubang kecil yang tidak biasa dan dianggap sangat mengerikan.
"Bagus, filmnya lucu tapi menguji psikologis banget, terutama bagi yang punya trypophobia. Sepanjang film gelisah banget sampe tutup mata, ketawa, tutup mata lagi. Ngeri lihat adegan bolong-bolong kaya di posternya," tulis salah satu netizen di media sosial.
Fenomena ini kemudian memunculkan istilah trypophobia yang ramai dibahas di internet. Lantas apa itu trypophobia dan kenapa Joko Anwar menggunakan gambaran mengerikan ini dalam film terbarunya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Siloam Hospitals, trypophobia adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa takut, jijik, atau tidak nyaman saat melihat kumpulan pola lubang kecil atau bentuk berulang yang rapat.
Meski belum secara resmi diklasifikasikan sebagai gangguan mental dalam banyak panduan medis, kondisi ini cukup umum dialami sebagian orang.
Seseorang bisa merasa geli, hingga menimbulkan rasa gelisah dan kecemasan berlebih, hanya karena melihat berbagai objek "bolong-bolong" seperti spons, biji teratai, tembok berlubang hingga sarang lebah.