showbiz

5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Tari Glipang, kesenian khas Probolinggo Jawa Timur berusia lebih dari 100 tahun (pspbsi.unikama.ac.id)

SketsaNusantara.id - Kesenian tradisional di Indonesia selalu memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda dari satu dan lainnya.

Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, termasuk kesenian tradisional.

Salah satu kesenian tradisional yang dimiliki oleh provinsi yang beribukota di Kota Surabaya ini adalah Tari Glipang.

Baca Juga: Sejarah Tari Lahbako, Tarian Perempuan Buruh Tembakau Jember yang Menyulam Keringat dari Ladang Menjadi Keindahan di Atas Panggung

Tari Glipang adalah kesenian tradisional khas milik Kabupaten Probolinggo yang telah berumur lebih dari 100 tahun dan diakui oleh pemerintah sebagai warisan budaya takbenda.

Mulai berkembang pada tahun 1920, Tari Glipang diperkenalkan oleh seorang tokoh bernama Sandari di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar.

Tidak hanya sekadar tarian tradisional biasa, Tari Glipang memiliki sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Mengenal Tari Srimpi Pramugari, Tarian Simbol Perlawanan Sultan Hamengkubuwono I Melawan Penjajah

Berikut 5 fakta tentang Tari Glipang yang menarik untuk diketahui.

1. Berasal dari Kebudayaan Madura 

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tari Glipang memiliki latar belakang kebudayaan yang berasal dari budaya Madura.

Latar belakang tersebut tidak terlepas dari migrasi masyarakat Madura ke pulau Jawa khususnya Probolinggo dan melahirkan budaya akulturasi antara Jawa dan Madura.

Baca Juga: Apa Hubungannya dengan Sunan Kalijaga? Sejarah Tari Tayub, Lenggak-Lenggok Cantik Kesenian dari Nganjuk

Salah seorang tokoh bernama Sandari berusaha memperkenalkan kesenian Madura yakni Tari Topeng Gethak yang merupakan cikal bakal Tari Glipang.

Halaman:

Tags

Terkini