Ia ingin momentum tersebut menjadi awal lahirnya sebuah ekosistem kreatif yang mampu mempertemukan dunia fashion, film, musik, budaya, pariwisata, UMKM, hingga para talenta muda Indonesia dalam satu panggung besar.
Melalui unggahan lainnya di Instagram, Bubah Alfian menyampaikan bahwa Jember Fashion Carnaval kini tidak hanya ingin dikenal sebagai karnaval terbesar di dunia, tetapi juga membangun ekosistem peradaban kreatif terbesar di dunia.
Menurutnya, Indonesia tidak pernah kekurangan talenta dan yang dibutuhkan hanyalah ruang, kesempatan, serta ekosistem yang mampu membuat para kreator dan pekerja seni berkembang bersama.
Red Carpet JFC 2026 yang digagas Bubah Alfian juga terinspirasi dari sosok Christine Hakim yang selama ini dikenalnya sebagai figur legendaris yang membawa semangat Indonesia ke panggung Cannes Film Festival.
Ia berharap langkah kecil yang dimulai dari Jember suatu hari nanti mampu melahirkan dampak besar bagi industri kreatif nasional sekaligus mengenalkan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bangga Tampil di JFC 2025, Rossa Puji Keistimewaan Jember di Momen Perayaan HUT ke-80 RI
Kapan JFC 2026? Mengusung Tema HEAL, Berikut Ini Jadwal, Lokasi Peluncuran hingga Pesan di Balik Tema
Rampung 85 Persen, JFC 2026 Matangkan Koreografi dan Kostum Peserta
Okupansi Bandara Notohadinegoro Jember Tembus 89,6 Persen, JFC 2026 Diprediksi Dongkrak Penumpang
Bupati Gus Fawait Sebut Geliat Jember Fashion Carnaval Jadi Mesin Ekonomi dan Tekan Angka Kemiskinan