Di kalangan pembaca, Zen dikenal memiliki gaya penulisan yang argumentatif dan kaya referensi. Tak heran jika berbagai esai dan ulasannya sering dijadikan rujukan oleh penikmat literasi maupun diskusi sejarah.
Tercatat Zen pernah bekerja sebagai analis sekaligus kolumnis dan detikSport dan bekerja sebagai editor TirtoID sejak tahun 2016.
Selain itu, Zen RS juga telah menerbitkan sejumlah buku sejak tahun 2005. Rekam jejak kepenulisannya membuat namanya cukup dikenal di kalangan pembaca yang menyukai tema sejarah, sepak bola, hingga isu-isu sosial.
Namanya kembali mencuat setelah meluruskan informasi dalam unggahan Ferry Irwandi yang menyebut Tan Malaka digaji oleh pemerintah kolonial Belanda ketika menjadi guru di Deli, Sumatera Utara.
Melalui akun Threads @esaipendek, Zen menjelaskan bahwa Tan Malaka sebenarnya bekerja di Senembah Maatschappij, sebuah perusahaan perkebunan swasta, sehingga gajinya bukan dibayarkan langsung oleh pemerintah kolonial Belanda.
Ia juga meluruskan bahwa gaji Tan Malaka saat itu sebesar 350 gulden, bukan 150 gulden seperti yang dituliskan Ferry dalam unggahannya.
Penjelasan tersebut disertai rujukan dari karya-karya sejarah dan autobiografi Tan Malaka sehingga memicu diskusi panjang di media sosial.
Perdebatan keduanya kemudian berkembang menjadi salah satu topik yang paling ramai diperbincangkan di Threads hingga meluas lintas platform ke Instagram, Twitter dan Facebook.
Banyak pengguna media sosial menilai diskusi tersebut menarik karena menghadirkan adu argumentasi yang didukung referensi sejarah.
Setelah diskusi berlangsung cukup panjang, Ferry Irwandi akhirnya mengakui telah melakukan penyederhanaan dalam menyebut "Pemerintah Belanda" sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Ia pun menyampaikan permintaan maaf sekaligus berterima kasih pada Zen RS yang sudah mengoreksi pernyataannya.
Menariknya, tak lama setelah perdebatan dengan Ferry Irwandi viral, akun Threads @esaipendek mendadak hilang. Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan di balik hilangnya akun tersebut.
Terlepas dari perdebatan yang sempat memanas, diskusi antara Zen RS dan Ferry Irwandi justru diapresiasi banyak warganet karena membuka ruang belajar mengenai sejarah Indonesia.
Bagi sebagian orang, polemik tersebut menjadi pintu untuk mengenal lebih dekat sosok Tan Malaka sekaligus memperkenalkan Zen RS kepada publik yang sebelumnya belum familiar dengan kiprahnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Siapa Ferry Irwandi? Inilah Konten Kreator Penggalang Dana Banjir Sumatra Capai Rp10 M dalam 24 Jam
Adaptasi Metode dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi Usulkan Penanganan Puing Kayu Sisa Banjir untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Gaji Guru Honorer Dibandingkan Program MBG, Ferry Irwandi Soroti Realita Upah dan Aturan ASN
Ferry Irwandi Siap Bayarkan UKT Mahasiswa Satu Semester, Bantu yang Berprestasi dan Belum Dapat Beasiswa
Respon Tak Terduga Ferry Irwandi Usai Dikabarkan Pasang Tarif Rp50 Juta per 1,5 Jam Jadi Pembicara, Tegaskan Informasi yang Beredar Cuma Hoaks